kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Krisis Perbankan AS: Ada 186 Bank Lagi yang Berpotensi Bangkrut


Jumat, 05 Mei 2023 / 07:30 WIB
ILUSTRASI. Sebuah studi tentang kerapuhan sistem perbankan AS menemukan bahwa terdapat 186 bank lagi yang berisiko bangkrut. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebelumnya, mengutip Reuters, Dana Moneter Internasional (IMF) merespons kebangkrutan First Republic Bank yang kemudian diakuisisi oleh JP Morgan Chase & Co. lewat lelang yang digelar FDIC. 

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengatakan setelah kebangkrutan First Republic Bank, ia memperkirakan krisis di sektor perbankan AS masih berlanjut, di mana akan ada lebih banyak bank-bank yang mengalami kerentanan akan terekspos.

Georgieva membahas topik terbesar yang terjadi saat ini di Konferensi Global Milken Institute 2023 di Beverly Hills, California, mengenai krisis perbankan yang telah membuat takut investor selama berminggu-minggu. 

Penyebabnya adalah transisi suku bunga yang cepat dari suku bunga rendah ke suku bunga yang jauh lebih tinggi. Hal ini semakin menambah penderitaan bank-bank tertentu

Meski JPMorgan berhasil menyelamatkan kebangkrutan First Republic Bank, namun Georgieva bilang bukan berarti bahwa tidak akan ada lagi bank yang bermasalah di masa yang akan datang. 

Baca Juga: The Fed Kembali Kerek Suku Bunga, Apa Untung dan Ruginya?

Sementara itu dari sisi para investor, mereka mengaku khawatir akan ada lebih banyak drama di masa mendatang karena investor dapat menargetkan bank rentan lainnya yang lebih kecil. 

Dengan demikian, IMF mengatakan ketahanan sistem keuangan global juga terus diuji dengan ketegangan yang terlihat jelas di sejumlah institusi dan pasar. 

Peristiwa bangkrutnya bank tersebut semakin menegaskan adanya tantangan yang ditimbulkan oleh interaksi antara kondisi moneter dan keuangan yang lebih ketat dan penumpukan kerentanan dalam sistem keuangan global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×