kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.020   35,00   0,19%
  • IDX 5.915   -71,71   -1,20%
  • KOMPAS100 771   -10,96   -1,40%
  • LQ45 588   -7,21   -1,21%
  • ISSI 203   -2,48   -1,21%
  • IDX30 333   -3,74   -1,11%
  • IDXHIDIV20 412   -3,97   -0,95%
  • IDX80 88   -1,22   -1,38%
  • IDXV30 111   -1,30   -1,15%
  • IDXQ30 107   -1,01   -0,94%

KTT NATO Dibayangi Kritik Trump, Eropa Berupaya Jaga Soliditas Aliansi


Rabu, 08 Juli 2026 / 09:17 WIB
KTT NATO Dibayangi Kritik Trump, Eropa Berupaya Jaga Soliditas Aliansi
ILUSTRASI. Donald Trump (via REUTERS/White House)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Pertemuan para pemimpin negara anggota NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026), berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu Eropanya.

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap aliansi tersebut, mulai dari perang Iran hingga isu Greenland, sehingga memaksa para pemimpin Eropa bekerja ekstra menjaga soliditas NATO.

Sejak tiba di Ankara pada Selasa (7/7), Trump memberi sinyal yang memicu kekhawatiran sekutu.

Ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO jika bukan karena hubungannya yang dekat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca Juga: KTT NATO Dimulai, Trump Desak Eropa Perbesar Belanja Pertahanan hingga 5% PDB

Trump juga tidak menutup kemungkinan akan kembali menarik sebagian pasukan AS dari Eropa.

Di sisi lain, negara-negara Eropa berusaha menunjukkan keseriusan mereka memenuhi tuntutan Washington agar meningkatkan kemampuan pertahanan sendiri.

Menjelang dimulainya sesi utama KTT, NATO mengumumkan serangkaian kesepakatan pembelian persenjataan senilai sedikitnya US$ 50 miliar sebagai bukti meningkatnya belanja pertahanan negara-negara anggotanya.

Trump kembali mempertanyakan komitmen sekutu Eropa terhadap kepentingan keamanan Amerika Serikat, terutama saat konflik AS-Israel dengan Iran. Ia menilai negara-negara Eropa tidak memberikan dukungan yang memadai ketika AS membutuhkan akses militer.

"Mengapa kami menghabiskan ratusan miliar dolar, sementara mereka tidak ada untuk membantu kami? Kami selalu ada untuk mereka," kata Trump saat tampil bersama Erdogan di Ankara.

Baca Juga: Eks Sekjen Peringatkan Inggris Berisiko Hadapi Tekanan di KTT NATO

Pernyataan itu mempertegas kembali ketegangan yang selama ini mewarnai hubungan Trump dengan NATO.

Pemerintah AS juga menuduh sejumlah negara Eropa tidak memberikan akses penuh terhadap pangkalan dan wilayah udaranya selama operasi militer terhadap Iran.

Sebaliknya, para pejabat Eropa menyatakan mereka telah memenuhi sebagian besar komitmen kepada militer AS meski tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait konflik tersebut.

Ketegangan juga merembet ke hubungan bilateral AS dengan Italia.

Trump secara terbuka mengkritik Perdana Menteri Giorgia Meloni, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu sekutu dekatnya, karena dinilai tidak mendukung langkah Washington terhadap Iran. Pemerintah Italia sendiri berupaya meredakan polemik tersebut.

Selain itu, Trump kembali menghidupkan kontroversi lama dengan menyatakan Greenland seharusnya berada di bawah kendali Amerika Serikat.

Pernyataan itu langsung mendapat penolakan dari Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen yang menegaskan Greenland bukan untuk diperjualbelikan dan kedaulatan Kerajaan Denmark harus dihormati seluruh anggota NATO.

Di tengah berbagai perbedaan tersebut, para duta besar dari 32 negara anggota NATO telah menyepakati rancangan deklarasi KTT yang menegaskan komitmen penuh terhadap prinsip pertahanan kolektif.

Baca Juga: KTT NATO Diwarnai Kontrak Senjata Jumbo, Trump Kembali Kritik Sekutu

Dokumen itu akan disahkan secara resmi setelah mendapat persetujuan seluruh kepala negara dan pemerintahan dalam sesi utama KTT.

Pemerintahan Trump selama ini terus mendorong negara-negara Eropa mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan kawasan.

Washington telah mengurangi sebagian kekuatan militernya di Eropa, termasuk kapal induk, pesawat pengisian bahan bakar di udara, jet tempur, dan drone yang sebelumnya menjadi bagian dari rencana pertahanan NATO.

Pemerintah AS juga tengah meninjau kembali keberadaan pasukan militernya di benua tersebut selama enam bulan ke depan.

Para pemimpin Eropa mengakui perlunya meningkatkan kapasitas pertahanan sendiri. Namun, mereka menginginkan proses transisi dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi agar tidak menciptakan celah keamanan yang dapat dimanfaatkan Rusia.

Mereka berharap hubungan baik Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dapat membantu meredakan ketegangan dan menjaga kesatuan aliansi.




TERBARU

[X]
×