Reporter: Dyah Megasari, BBC |
PARIS. Bank terbesar yang terdaftar di Prancis, BNP Paribas harus menelan pil pahit dari Yunani. Dampak pemindah bukukan obligasi atau write-down Negeri Para Dewa itu menghantam laba BNP.
Di kuartal terakhir 2011, laba bersih bank yang bermarkas di Paris ini anjlok hingga 50%. Rinciannya, BPN harus puas meraup € 765 juta atau setara dengan US$ 1 miliar setelah asetnya dihapus hingga € 567 juta.
Bank yang didirikan 23 Mei 2000 mengaku jumlah aset yang di write-down mencapai 75%.
Secara tahun penuh, net income BNP amblas 22,9% menjadi 6 miliar. Meskipun turun, kinerja ini melampaui ekspektasi para analis karena berhasil mencatat pendapatan triwulan hingga € 9,69 miliar.
Meskipun memburuk, saham BNP berhasil melonjak 7% dalam perdagangan hari ini di bursa Paris. Investor memburu saham BNP karena bank menyatakan telah memenuhi persyaratan modal baru sesuai waktu yang dijadwalkan.
Rasio modal berdasarkan tier I dan merupakan aset cadangan yang menjadi bantalan terhadap masalah keuangan mencapai 9,2%. Regulator Eropa menetapkan rasio itu minimal harus 9% dan dipenuhi selambatnya akhir Juni 2012.
CEO BNP Paribas Jean-Laurent Bonnafe yakin tahun ini bisnis bank akan kembali bangkit. "Awal tahun ini kami cukup kuat dalam investment banking. Sudah ada stabilisasi di beberapa kawasan euro. Kami menganggap situasi di Eropa hanya perlambatan, bukan resesi seperti yang ditakutkan," ungkapnya.
Hampir sebagian besar bank di Eropa terpukul krisis utang kawasan. Mereka harus membeberkan seberapa besar eksposur di negara yang terbelit utang. Hingga akhir 2011, eksposur BNP di obligasi Yunani mencapai 3,45 miliar.