kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Laba Hyundai Turun 21%, Tertekan Penjualan dan Gangguan Produksi


Kamis, 23 Juli 2026 / 15:35 WIB
Laba Hyundai Turun 21%, Tertekan Penjualan dan Gangguan Produksi
ILUSTRASI. Hyundai di World Cup 2026 (DOK/HYUNDAI)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kinerja Hyundai Motor melemah pada kuartal II-2026. Produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan itu membukukan laba operasional sebesar 2,9 triliun won atau sekitar US$ 1,98 miliar pada periode April–Juni 2026, turun 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,6 triliun won.

Mengutip Reuters (23/7), penurunan laba tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi analis. Berdasarkan LSEG SmartEstimate, pasar sebelumnya memperkirakan Hyundai mampu mencatat laba operasional sekitar 3,2 triliun won.

Meski demikian, Hyundai masih mampu membukukan pertumbuhan pendapatan. Pada kuartal II-2026, pendapatan perusahaan naik 2% secara tahunan menjadi 49,2 triliun won.

Hyundai menjelaskan, penurunan laba dipicu oleh melemahnya penjualan kendaraan, gangguan produksi, serta kenaikan biaya operasional. Pelemahan nilai tukar won memang memberikan dukungan terhadap kinerja perusahaan, namun belum cukup untuk menutupi tekanan dari sisi operasional.

Baca Juga: Nokia Raup Berkah Dari Bisnis AI, Laba Kuartal Melonjak 18%

Perusahaan juga memperkirakan tantangan tersebut masih akan berlanjut hingga beberapa kuartal ke depan. Hyundai menilai ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, sementara persaingan di industri otomotif diprediksi semakin ketat.

Kondisi ini mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi industri otomotif global. Selain dibebani kenaikan harga energi dan bahan baku, produsen mobil juga masih menghadapi gangguan rantai pasok akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat serta konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Meski laba berada di bawah ekspektasi, respons investor terbilang positif. Saham Hyundai Motor tercatat menguat sekitar 2% setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal II-2026.

Baca Juga: Nestle Spin Off Bisnis Air, Kantongi Dana € 3 Miliar


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×