kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Nokia Raup Berkah Dari Bisnis AI, Laba Kuartal Melonjak 18%


Kamis, 23 Juli 2026 / 15:32 WIB
Nokia Raup Berkah Dari Bisnis AI, Laba Kuartal Melonjak 18%
ILUSTRASI. NOKIA (NOKIA/Nokia)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Nokia perusahaan telekomunikasi asal Finlandia ini membukukan kenaikan laba operasional kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar. Kinerja perusahaan terdongkrak oleh meningkatnya permintaan dari pelanggan di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud), terutama untuk pembangunan pusat data.

Melansir Reuters (23/7), pada kuartal II-2026, laba operasional Nokia naik 18% menjadi 434 juta euro atau sekitar US$ 496,1 juta. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi rata-rata analis yang dihimpun LSEG sebesar 382 juta euro.

Permintaan yang terus meningkat dari perusahaan teknologi mendorong Nokia mengalihkan fokus bisnisnya ke penjualan peralatan serat optik (fiber optic) untuk pusat data AI. Strategi tersebut menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan di tengah tingginya investasi global pada infrastruktur AI.

Meski demikian, Nokia masih menghadapi tantangan dari sisi rantai pasok. Lonjakan harga cip memori akibat tingginya permintaan perusahaan AI turut meningkatkan biaya produksi bagi industri peralatan telekomunikasi.

Baca Juga: Nestle Spin Off Bisnis Air, Kantongi Dana € 3 Miliar

"Permintaan tetap kuat, sementara pasokan masih menjadi kendala utama di industri. Kondisi ini mendorong pelanggan kami melakukan pemesanan untuk jangka waktu yang lebih panjang," ujar Chief Executive Officer (CEO) Nokia Justin Hotard dalam keterangan resmi, Kamis (23/7).

Sejak bergabung dengan Nokia pada tahun lalu, Hotard yang sebelumnya memimpin Data Center & AI Group di Intel memprioritaskan pengembangan bisnis pusat data. Langkah tersebut diperkuat melalui kerja sama strategis senilai miliaran dolar AS dengan produsen chip Nvidia.

Manajemen Nokia optimistis permintaan dari sektor AI dan cloud masih akan menopang pertumbuhan bisnis pada periode mendatang, seiring berlanjutnya pembangunan pusat data oleh perusahaan teknologi global.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melonjak 3% Hari Ini, Ditopang Ledakan Ekspor Chip dan Belanja AI




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×