Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Spotify memperkirakan laba operasional kuartal pertama 2026 akan melampaui ekspektasi Wall Street, didorong oleh pertumbuhan jumlah pengguna serta kenaikan harga langganan.
Prospek positif tersebut membuat saham perusahaan streaming audio asal Swedia ini melonjak sekitar 12% dalam perdagangan prapasar, Selasa (10/2/2026).
Proyeksi kinerja ini menjadi laporan pertama Spotify sejak dua co-CEO baru, Gustav Söderström dan Alex Norström, resmi mengambil alih kepemimpinan dari pendiri Spotify Daniel Ek, yang beralih ke posisi chairman eksekutif pada Januari lalu.
Baca Juga: Singapura Peringkat Ketiga Negara Paling Bersih Dari Korupsi di Dunia 2025
Spotify memperkirakan laba operasional sebesar 660 juta euro pada kuartal pertama, lebih tinggi dari estimasi analis sebesar 652,3 juta euro, berdasarkan data LSEG.
Namun, proyeksi pendapatan kuartalan sebesar 4,5 miliar euro sedikit di bawah perkiraan analis sebesar 4,57 miliar euro.
Pada kuartal keempat 2025, pendapatan Spotify naik 7% menjadi 4,53 miliar euro, sejalan dengan ekspektasi pasar.
Meski demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi yang paling lambat sejak Spotify melantai di bursa pada 2018.
Kinerja laba ditopang oleh kenaikan harga langganan di sejumlah pasar serta pemangkasan biaya operasional.
Baca Juga: Harga Emas Turun Tipis Imbas Peningkatan Selera Risiko, Pasar Menanti Data Ekonomi AS
Spotify tahun ini menaikkan harga paket premium bulanan sebesar US$1 menjadi US$12,99 di Amerika Serikat, Estonia, dan Latvia, menyusul langkah serupa di lebih dari 150 pasar sepanjang 2025.
Spotify juga terus memperluas fitur dan layanannya untuk menghadapi persaingan dari Apple dan Amazon.
Perusahaan meluncurkan playlist berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat dibuat melalui perintah singkat, berinvestasi pada video podcast termasuk melalui kerja sama dengan Netflix serta memperluas bisnisnya dari audiobook ke buku fisik.
Untuk basis pengguna, Spotify memproyeksikan 759 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) pada kuartal pertama, di atas estimasi analis sebesar 753 juta.
Baca Juga: Iran Nilai Pembicaraan Nuklir Jadi Uji Keseriusan Amerika Serikat
Namun, perkiraan penambahan 3 juta pelanggan premium menjadi 293 juta berada di bawah ekspektasi pasar.
Pada kuartal keempat, jumlah pelanggan premium tumbuh 10% menjadi 290 juta, sedikit di bawah estimasi analis.
Sementara itu, penambahan bersih 38 juta MAU membawa total pengguna aktif bulanan menjadi 751 juta, melampaui perkiraan pasar.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh penurunan beban operasional sebesar 10%. Margin laba kotor meningkat menjadi 33,1%, dari 31,6% pada kuartal sebelumnya.













