kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Harga Emas Turun Tipis Imbas Peningkatan Selera Risiko, Pasar Menanti Data Ekonomi AS


Selasa, 10 Februari 2026 / 17:00 WIB
Harga Emas Turun Tipis Imbas Peningkatan Selera Risiko, Pasar Menanti Data Ekonomi AS
ILUSTRASI. Harga emas turun pada Selasa (10/2/2026), karena meningkatnya selera risiko mengangkat ekuitas global. (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun pada Selasa (10/2/2026), karena meningkatnya selera risiko mengangkat ekuitas global, sementara investor menantikan serangkaian data ekonomi AS akhir pekan ini yang dapat membentuk prospek suku bunga AS.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 5.040,47 per ons troi pada pukul 09.00 GMT. Sebelumnya, harga emas mencapai rekor tertinggi US$ 5.594,82 pada 29 Januari.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 0,3% menjadi US$ 5.062,60 per ons.

Baca Juga: Iran Nilai Pembicaraan Nuklir Jadi Uji Keseriusan Amerika Serikat

"Awal pekan ini ditandai dengan kebangkitan selera risiko di seluruh pasar keuangan, yang tercermin dalam kenaikan indeks ekuitas, yang telah menekan harga emas," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.

Saham global menguat dalam perdagangan Asia, dipimpin oleh reli yang berkelanjutan di Tokyo setelah kemenangan pemilihan yang menentukan oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada akhir pekan.

Dolar AS sedikit menguat 0,1%, membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi mahal bagi pemegang mata uang lain.

Investor akan mencermati serangkaian rilis data ekonomi AS yang dijadwalkan minggu ini, termasuk laporan nonfarm payrolls Januari pada hari Rabu dan data inflasi pada hari Jumat, untuk mencari petunjuk tentang jalur suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga: Harga Tembaga Shanghai Bergerak Datar, Stok Naik dan Permintaan Lemah Jelang Imlek

Para pedagang memperkirakan dua pemotongan suku bunga oleh Fed tahun ini, menurut alat FedWatch dari CME Group.

"Prospek harga emas tetap bullish, di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi serta prospek setidaknya dua pemotongan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2026, yang menciptakan hambatan bagi dolar AS," kata Evangelista.

Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan pada hari Senin bahwa pertumbuhan lapangan kerja di AS mungkin lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang karena pertumbuhan angkatan kerja yang lebih lambat dan produktivitas yang lebih tinggi.

Selanjutnya: Sambut Lebaran 2026, KAI Siapkan Diskon Tiket 30%, Cek Jadwal Perjalanannya

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (11/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×