kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Laba ICICI Bank Anjlok, Gara-gara Temuan RBI Soal Kredit Pertanian


Sabtu, 17 Januari 2026 / 19:19 WIB
Laba ICICI Bank Anjlok, Gara-gara Temuan RBI Soal Kredit Pertanian
ILUSTRASI. Rupee India (REUTERS/Priyanshu Singh)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Bank swasta India ICICI Bank melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih rendah dari perkiraan pada Sabtu (17/1/2026), seiring peningkatan pencadangan untuk kredit bermasalah dan risiko lainnya setelah dilakukan tinjauan pengawasan oleh Bank Sentral India.

Dewan direksi bank juga menyetujui pengangkatan kembali Sandeep Bakhshi sebagai direktur utama (CEO) untuk masa jabatan dua tahun tambahan mulai Oktober 2026. Bakhshi telah memimpin ICICI Bank sejak 2018.

Sebagai bank swasta terbesar kedua di India berdasarkan kapitalisasi pasar, ICICI Bank membukukan laba bersih standalone sebesar 113,18 miliar rupee India sekitar US$ 1,25 miliar untuk periode tiga bulan hingga akhir Desember. Angka ini turun dibandingkan laba 117,92 miliar rupee pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ujian Terberat Starlink, Iran Kerahkan Teknologi Pengacau Satelit Canggih

Hasil tersebut berada di bawah ekspektasi analis, yang sebelumnya memperkirakan laba sebesar 123,54 miliar rupee, berdasarkan data yang dihimpun LSEG.

Cadangan kerugian (provisions) bank melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 25,56 miliar rupee setelah tinjauan pengawasan tahunan oleh Reserve Bank of India (RBI).

Direktur Eksekutif ICICI Bank, Sandeep Batra, dalam paparan kepada analis menyatakan regulator menemukan sebagian aset yang diklasifikasikan sebagai kredit sektor pertanian dan masuk dalam kategori sektor prioritas ternyata tidak memenuhi persyaratan regulasi.

Kredit ke sektor-sektor tersebut biasanya memiliki kebutuhan modal dan pencadangan yang lebih rendah. Namun, RBI menemukan kredit senilai sekitar 200 miliar–250 miliar rupee yang diklasifikasikan secara tidak akurat. Batra menegaskan kredit tersebut tidak bermasalah, dan seluruh tambahan pencadangan yang diminta regulator telah dipenuhi.

Berdasarkan data terbaru di situs resminya, ICICI Bank memiliki portofolio pembiayaan pedesaan (rural lending) sebesar 771 miliar rupee per September.

Dari sisi kinerja operasional, pendapatan bunga bersih (net interest income) ICICI Bank pada kuartal ketiga naik 7,7% menjadi 219,32 miliar rupee, didorong oleh pertumbuhan kredit domestik sebesar 11,5%. Sementara itu, dana pihak ketiga (deposit) tumbuh 9,2% selama periode tersebut.

Secara umum, bank-bank besar di India mencatat pertumbuhan kredit dua digit pada kuartal Desember, seiring meningkatnya permintaan pada musim festival dan kebijakan pemotongan pajak yang bertujuan mendorong konsumsi di ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia tersebut.

Baca Juga: Maruti Suzuki Akan Investasi US$ 3,9 Miliar untuk Bangun Pabrik Baru di India

Selain itu, penurunan suku bunga acuan RBI sebesar total 125 basis poin sejak Februari tahun lalu turut meningkatkan minat terhadap pembiayaan.

Margin bunga bersih alias net interest margin) ICICI Bank indikator utama profitabilitas tetap stabil di level 4,3%. Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan tipis, dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross NPL) turun menjadi 1,53% pada akhir Desember, dari 1,58% pada akhir September.

Selanjutnya: IHSG dan Kapitalisasi Pasar All Time High, Tapi Frekuensi Harian Justru Turun

Menarik Dibaca: Loteng Jadi Kamar Tidur? Solusi Hemat Ruang Ini Bikin Rumah Anti Sempit




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×