kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.540   161,00   0,98%
  • IDX 7.870   -82,58   -1,04%
  • KOMPAS100 1.095   -11,58   -1,05%
  • LQ45 802   -9,59   -1,18%
  • ISSI 266   -2,23   -0,83%
  • IDX30 416   -5,45   -1,29%
  • IDXHIDIV20 482   -5,87   -1,20%
  • IDX80 121   -1,49   -1,22%
  • IDXV30 130   -1,80   -1,36%
  • IDXQ30 134   -1,76   -1,30%

Laksamana Top AS: Gesekan di Indo Pasifik Mencemaskan dan Bergerak ke Arah yang Salah


Jumat, 17 Maret 2023 / 06:16 WIB
Laksamana Top AS: Gesekan di Indo Pasifik Mencemaskan dan Bergerak ke Arah yang Salah
ILUSTRASI. Laksamana AS mengatakan, gesekan yang terjadi saat ini di Indo Pasifik mengkhawatirkan dan menuju ke arah yang salah. Angkatan Laut AS/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Seorang laksamana senior AS, pada Kamis (16/3/2023) mengatakan, gesekan yang terjadi saat ini di Indo Pasifik mengkhawatirkan dan menuju ke arah yang salah. Akan tetapi, lanjutnya, kehadiran AS bukanlah upaya untuk menahan atau mengundang konflik dengan China.

Melansir Reuters, Laksamana John Aquilino, Komandan Komando Indo-Pasifik AS, menjelaskan bahwa kemitraan "AUKUS" antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya.

“Sebagai mitra yang baik, Amerika Serikat dan Inggris akan terus maju dan membantu kemampuan Australia untuk mempertahankan diri,” ujarnya usai memberikan kuliah di Singapura menjawab pertanyaan hadirin.

Dia menambahkan, "Kami berniat bergerak secepat mungkin. Dan seaman mungkin."

Baca Juga: Peta Pentagon Terbaru Menunjukkan Posisi Berbahaya China di Laut China Selatan

Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden telah menopang aliansi di Asia-Pasifik akhir-akhir ini dalam upaya untuk melawan keagresifan China di Laut China Selatan dan di Selat Taiwan, saat Beijing berupaya memajukan klaim teritorialnya.

Aquilino mengatakan Amerika Serikat, dengan latihan dan patroli di kawasan itu, tidak mencari konflik atau menahan China, dan tidak akan mendukung kemerdekaan Taiwan.

Mengacu pada pernyataan Menteri Luar Negeri China Qin Gang awal bulan ini bahwa "konflik dan konfrontasi" tidak akan terhindarkan tanpa perubahan sikap Washington, Aquilino mengatakan merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa mitranya dan China tahu bahwa AS tidak mencari pertengkaran.

Baca Juga: Cemas Serangan China, Filipina-AS Memulai Latihan Bersama & Libatkan 3.000 Pasukan

"Ada tempat bagi China di dunia ini untuk mematuhi dan mengikuti aturan seperti yang kita semua lakukan," katanya.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×