kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45737,68   -4,70   -0.63%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.24%
  • RD.CAMPURAN -0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Laporan inteligen sebutkan Iran berencana membunuh dubes AS untuk Afrika Selatan


Senin, 14 September 2020 / 10:43 WIB
Laporan inteligen sebutkan Iran berencana membunuh dubes AS untuk Afrika Selatan
ILUSTRASI. Attendees hold flags from Iran and the United States as Iranian Americans from across California converge in Los Angeles to participate in the California Convention for a Free Iran and to express support for nationwide protests in Iran from Los Angeles, C

Sumber: New York Times | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Pemerintah Iran tengah mempertimbangkan melakukan pembunuhan terhadap duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Afrika Selatan, kata sebuah laporan inteligen pada hari Minggu (13/9).

Pihak berwenang AS disebutkan telah mengetahui adanya ancaman terhadap duta besar AS, Lana Marks, untuk Afrika Selatan tersebut sejak musim semi. Namun laporan inteligen tentang plot pembunuhan tersebut menjadi lebih spesifik dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu sebagaimana dilaporkan Politico, mengutip dua pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Komunitas inteligen disebutkan tidak yakin Iran menargetkan Marks, yang tampaknya tidak memiliki hubungan dengan Iran, menurut laporan itu.

Baca Juga: Turki kutuk langkah Bahrain untuk menjalin hubungan dengan Israel

Tetapi plot tersebut tampaknya merupakan upaya Iran melakukan pembalasan terhadap pemerintahan Donald Trump atas pembunuhan terhadap Jenderal Topnya, Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS pada Januari 2020.

Beberapa hari setelah kematian Soleimani, Iran meluncurkan rentetan rudal balistik yang menargetkan dua pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak. Serangan ini menyebabkan cedera otak traumatis terhadap puluhan pasukan Amerika.

Presiden Trump mengumumkan sanksi baru terhadap Iran dan memperingatkannya terhadap langkah pembalasan lainnya.

Tetapi para pejabat AS percaya bahwa menyerang Marks adalah salah satu dari beberapa opsi yang dipertimbangkan oleh rezim Iran sebagai imbalan.

Seorang teman pribadi mendiang Putri Diana, Marks, 66, telah mengenal Trump selama lebih dari dua dekade. Dia dilantik sebagai duta besar AS Oktober lalu.

Laporan itu mengatakan bahwa dia telah diberi tahu tentang kemungkinan ancaman terhadap hidupnya.

 

Selanjutnya: Langgar kesepakatan, Iran terus memperkaya persediaan uranium untuk nuklir

 

 



TERBARU

[X]
×