kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Lebih dari 1.000 karyawan rumah jagal Jerman positif virus corona, 6.500 diisolasi


Minggu, 21 Juni 2020 / 05:55 WIB
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan daging Rheda-Wiedenbrück  di distrik Gütersloh, dekat Bielefeld, dan dikelola oleh Tönnies


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - FRANKFURTLebih dari 1.000 karyawan perusahaan pemrosesan daging Jerman, Toennies dinyatakan positif mengidap virus corona, mendorong otoritas kesehatan setempat untuk memerintahkan 6.500 karyawan dan keluarganya melakukan karantina.

Mengutip Reuters, Minggu (21/6), lockdown lokal adalah kemunduran untuk strategi pembukaan kembali Jerman. Kanselir Angela Merkel lebih memilih mempertahankan disiplin lockdown lebih lama, tetapi melonggarkan pembatasan menyusul tekanan dari perdana menteri regional.

Baca Juga: Klaster Baru di Berlin: Keluarga Berpendapatan Rendah Kesulitan Hadapi Karantina

Meski Jerman menjadi salah satu yang paling sukses di Eropa dalam mengelola krisis virus corona, Jerman melihat wabah berulang di rumah jagal yang karyawannya sering merupakan migran yang tinggal di akomodasi padat yang disediakan perusahaan.

Berbicara pada konferensi pers pada hari Sabtu, pemilik perusahaan daging, Clemens Toennies, mengatakan wabah itu menghadirkan krisis eksistensial untuk perusahaannya, yang telah menangguhkan operasinya ketika pihak berwenang berusaha mengendalikan wabah tersebut.

"Sebagai perusahaan, kami pikir kami telah melakukan segalanya dengan benar," kata Toennies, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa perusahaannya telah berusaha untuk mengumpulkan data pribadi karyawan dan kontraktor sehingga pihak berwenang dapat melacak wabah tersebut.

“Sebagai pengusaha saya hanya bisa minta maaf. Kami telah menyebabkan ini dan bertanggung jawab penuh untuk itu, ”kata Toennies.

Wabah ini mungkin memaksa negara bagian Jerman dari Rhine Westphalia Utara untuk memberlakukan lockdown yang lebih luas.

Wabah dekat Gutersloh pertama kali dilaporkan pada hari Rabu, ketika 400 pekerja dinyatakan positif virus corona. Pada hari Jumat, jumlah itu naik dua kali lipat menjadi 803 dan terus naik menjadi 1.029 pada hari Sabtu.

Pada hari Kamis, China melarang impor daging dari pabrik ini.

Baca Juga: Jerman: Iran, Suriah, Yordania, Turki, Rusia, China melakukan aksi mata-mata




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×