CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ledakan suar matahari terpa Bumi, apa dampaknya?


Sabtu, 30 Oktober 2021 / 17:30 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Letusan kuat dari suar Matahari atau badai Matahari tabrak Bumi di akhir pekan, tepat di penghujung Halloween. Dampak ledakan Matahari ini akan ini menyebabkan seperti lampu yang berkedip-kedip, suara-suara aneh di radio atau GPS yang terus berkedip. 

Dilansir dari IFL Science, Sabtu (30/10), pada tanggal 28 Oktober, Matahari melepaskan suar kelas X-1, yakni kelas paling intens dalam skala dan diarahkan menuju Bumi. 

Ledakan Matahari atau letusan tersebut menyebabkan badai Matahari kecil di lintang yang lebih tinggi dan peristiwa radio yang kuat yang menghantam planet Bumi tepat di sekitar Amerika Selatan. 

Kendati demikian, fenomena badai Matahari ini disertai dengan ejeksi massa koronal (CME) yang akan menghujani Bumi dengan partikel energik selama beberapa hari ke depan. 

Baca Juga: NASA menangkap penampakan matahari mengeluarkan semburan api, tidak menghadap ke Bumi

Dampak ledakan suar Matahari pada Bumi 
Peristiwa dari dampak badai Matahari atau ledakan Matahari ini pun akan menyebabkan beberapa gangguan. Suar matahari adalah semburan radiasi yang kuat dari bintang Tata Surya kita. Ledakan-ledakan radiasi Matahari ini tidak dapat melewati atmosfer Bumi yang secara spesifik mengenai manusia di Bumi. 

Akan tetapi, dampak dari radiasi dari ledakan Matahari yang kuat ini akan dapat mengganggu atmosfer di mana GPS dan sinyal komunikasi Bumi ditempatkan. 

Menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa NOAA, beban terberat dari letusan suar Matahari ini akan sampai pada 30 Oktober, kemudian menyebar hingga 31 Oktober. 

NOAA memperkirakan badai geomagnetik G3, yakni klasifikasi tingkat menengah yang sesuai dengan badai geomagnetik yang kuat. Artinya, hal ini dapat menyebabkan masalah dengan sistem tenaga di Bumi, menciptakan fluktuasi yang memerlukan koreksi tegangan dan bahkan dapat memicu alarm pada perangkat keselamatan. 

Badai Matahari atau ledakan suar Matahari di luar angkasa akan memberi dampak yang mana gelombang partikelnya akan memengaruhi satelit dengan berbagai cara.   

Baca Juga: NASA temukan bukti planet di luar galaksi Bima Sakti, diperkirakan seukuran Saturnus

Badai Matahari akan memengaruhi lapisan atmosfer planet kita yang paling tinggi dan paling renggang, sehingga dampak ledakan Matahari pada Bumi akan mengakibatkan meningkatnya hambatan pada pesawat ruang angkasa yang berada di orbit rendah Bumi. 

Gelombang partikel yang dilepaskan dari ledakan Matahari ini juga dapat mengisi permukaan satelit secara elektrik dan mengacaukan orientasi sistemnya. 

Dampak radiasi lain yang ditimbulkan dari letusan suar Matahari yang kuat ini, yakni akan memperumit telekomunikasi. Sebab, banyak kegiatan manusia di Bumi yang bergantung pada jaringan satelit global Bumi. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×