NASA temukan bukti planet di luar galaksi Bima Sakti, diperkirakan seukuran Saturnus

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:17 WIB   Penulis: Arif Budianto
NASA temukan bukti planet di luar galaksi Bima Sakti, diperkirakan seukuran Saturnus

ILUSTRASI. NASA temukan bukti planet di galaksi Bima Sakti, diperkirakan seukuran Saturnus


KONTAN.CO.ID - NASA menemukan bukti bahwa telah ditemukan planet di luar galaksi Bima Sakti yang terdeteksi untuk pertama kalinya. Menggunakan teleksop Chandra X-Ray Observatory milik NASA, temuan ini membuka jendela baru untuk menemukan expolanet pada jarak yang lebih jauh dari sebelumnya.

NASA baru-baru ini (26/10/2021) mengungkapkan temuan terbarunya mengenai planet di luar galaksi Bima Sakti yang tertangkap teleksop Chandra Observatory. Mengutip dari situs resmi NASA, kandidat exoplanet atau planet di luar tata surya ini mungkin terletak di galaksi spiral Messier 51 (M51) yang juga disebut sebagai galaksi Pusaran Air karena penampilannya yang khas.

Kandidat planet ini diketahui disebut sebagai M51-ULS-1, yang terletak di M51.

Hingga saat ini, diketahui NASA telah menemukan semua eksoplanet dan kandidat eksoplanet yang diketahui berada di galaksi Bima Sakti. Hampir semuanya berjarak kurang dari sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi.

NASA temukan bukti planet di luar galaksi bima sakti, diperkirakan seukuran Saturnus

Namun demikian, berbeda dengan temuan barunya ini, sebuah planet ekstrasurya di M51 berjarak sekitar 28 juta tahun cahaya atau ribuan kali lebih jauh daripada yang ada di Bima Sakti.

"Kami mencoba membuka wilayah baru untuk menemukan dunia lain dengan mencari kandidat planet panjang gelombang sinar-X, sebuah strategi yang memungkinkan untuk menemukan galaksi lain," ujar Rosanne Di Stefano perwakilan dari Center for Astrophysics | Havard & Smithsonian (CfA) di Cambridge, Massachusetss, pemimpin penelitian yang diterbitkan hari ini di Nature Astronomy.

Mengutip dari Space, tim peneliti melihat objek di M-51 menggunakan transit, yang terjadi ketika sebuah objek transit, atau lewat di depan bintang. Saat melakukan metode tersebut, ada sesuatu yang menghalangi sebagian cahaya bintang dan menciptakan peredupan singkat.

Sebelumnya, para ilmuwan telah menggunakan metode ini untuk menemukan ribuan eksoplanet, tetapi masih di galaksi Bima Sakti. Secara total, mereka melihat 55 sistem berbeda di M-51, galaksi Whirpool, 64 sistem di Messier 101 (M-101) atau "galaksi kincir angin", dan 119 sistem di Messier 104 atau "galaksi Sombrero

Untuk menemukan planet tersebut, tim yang dipimpin oleh Di Stefano menggunakan teleskop Chandra untuk mencari penurunan kecerahan sinar-X. Karena sinar-X dihasilkan oleh area kecil di bintang, planet-planet yang lewat di depan bintang-bintang itu sebenarnya dapat memblokir emisi sinar-X sepenuhnya.

Baca Juga: Beberapa asteroid akan melewati Bumi, satu diantaranya lebih besar dari Piramida

Alih-alih mengakibatkan peredupan cahaya optik yang halus, para peneliti justru dapat melihat transit yang lebih jelas. Dengan demikian dapat lebih mudah untuk melihat objek yang lebih jauh.

Hasil temuannya ini kemungkinan eksoplanet di galaksi Whirlpool dalam sistem biner yang mengorbit pada dua objek besar, yakni bintang neutron atau lubang hitam yang mengorbit di bintang besar yang memiliki pendamping.

Berbicara tentang planet terbaru ini, transit yang disaksikan oleh para astronom berlangsung sekitar tiga jam dan emisi sinar-X turun hingga nol. Dari hasil tersebut dapat membantu para astronom untuk mengetahui bahwa objek yang menjadi kandidat planet tersebut kemungkinan seukuran planet Saturnus.

Kandidat planet ini diketahui mengorbit di neutron atau lubang hitam pada jarak dua kali jarak Saturnus ke matahari.

Dengan temuan planet di luar galaksi Bima Sakti ini ini membuka potensi era baru deteksi dan studi planet di masa yang akan datang. Namun saat ini, pengamatan tersebut tidak memastikan bahwa objek yang dilihat menggunakan Chandra dalam penelitian ini adalah sebuah planet.

Untuk memastikan bahwa yang dilihatnya adalah benar-benar planet, para astronom membutuhkan penelitian yang lebih lama lagi selama sekitar 70 tahun. Mereka membutuhkan data yang lebih banyak lagi untuk mengkonfirmasi pernyataan ini, ujar para astronom.

Diketahui ada faktor lain yang memungkinkan bahwa objek yang mempengaruhi peredupan tersebut bisa jadi disebabkan oleh awan yang lewat di depan bintang. 

Menurut Anda, apakah temuan kandidat planet di luar galaksi Bima Sakti ini membuka kemungkinan adanya tanda kehidupan di planet tersebut?

Atau objek yang membuat cahaya redup tersebut justru bukan planet, melainkan objek lain yang kebetulan lewat dan menghalangi bintang yang tertangkap teleksop Chandra milik NASA ini.

Selanjutnya: Mengenal hujan meteor Leonis Minorid, yang puncaknya terjadi hari ini

Editor: Arif Budianto

Terbaru