kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   0,00   0,00%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Libya bergolak, Italia berpotensi kehilangan dana investasi US$ 5,5 miliar


Kamis, 24 Februari 2011 / 14:38 WIB
ILUSTRASI. Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). Kurs Rupiah hari ini diperkirakan bergerak menguat. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

ROMA. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi ketar ketir. Pasalnya, demonstrasi yang terjadi di Libya untuk menggulingkan pemimpin negaranya Muammar Qaddafi bakal mempengaruhi kerjasama bisnis kedua negara.

Selama ini hubungan Berlusconi dan Qaddafi dikenal cukup erat. Pada 2009 silam, Berlusconi rela menutup taman kota terbesar di jantung kota ketika Qaddafi berkunjung ke Italia dan mengijinkan anak buah Qaddafi untuk membangun kemah di kawasan Vila Doria Pamphili yang berdesain bangunan abad ke 16.

Libya sejauh ini telah banyak berinvestasi di Italia. Sebut saja melalui Fiat SpA, UniCredit SpA dan tim sepak bola Juventus. Selain itu, Italia pun menggantungkan seperempat pasokan minyak dari Libya dari perusahaan Eni SpA.

Dengan keadaan Libya yang sedang dilanda kekacauan seperti ini, akan berdampak negatif bagi perusahaan-perusahaan Italia. Belum lagi, investasi Italia yang ditanam dalam proyek-proyek di Libya selama ini tidak sedikit. "Kami berisiko kehilangan US$ 5,5 miliar dalam proyek infrastruktur di Libya," Kata Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×