Luhut Buka Perdagangan Wall Street Rabu (21/9) Indeks Sempat Menguat, Lalu Tumbang

Kamis, 22 September 2022 | 06:10 WIB   Reporter: Herlina KD, Syamsul Ashar, Wahyu Tri Rahmawati
Luhut Buka Perdagangan Wall Street Rabu (21/9) Indeks Sempat Menguat, Lalu Tumbang

ILUSTRASI. Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi membuka perdagangan di New York Stock Exchage, Rabu, 21 September 2022.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membuka perdagangan saham di Bursa Efek New York atau Newyork Stock Exchange Rabu (21/9)

Wall Street menguat jelang pengumuman suku bunga Fed Funds Rate (FFR) hari ini. Investor menunggu isyarat tentang panjang dan kedalaman pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk menjinakkan lonjakan inflasi.

Sesat setelah di buka Luhut, indeks saham di Wall Street Rabu (21/9) pukul 21.21 WIB, sempat menguat.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,62% ke 30.883. Indeks S&P 500 menguat 0,50% ke 3.874,80. Sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,32% ke 11.461.

New York Stock Exchange (NYSE) dalam akun twitter resminya mempublikasikan momen pembukaan perdagangan oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan ini.

Melalui akun twitter resminya, @NYSE menuliskan,"The NYSE proudly welcomed members of the Government of Indonesia to our Trading Floorߔ԰߇ΰ߇© Luhut Binsar Pandjaitan, Coordinating Minister for Maritime and Investment Affairs, was our honorary Opening Bell ringer,".

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Investor Mencerna Pesan Suku Bunga The Fed yang Hawkish

Pada pembukaan perdagangan di NYSE ini Luhut yang di dampingi oleh Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir.

Sesaat setelah pembukaan perdagangan NYSE Rabu (21/9) terdapat epuluh dari 11 sektor utama S&P 500 naik pada awal perdagangan, dipimpin oleh lonjakan 1,1% pada saham energi dan industri.

Namun, kenaikan harga saham di NYSE ini tidak bertahan lama hingga Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menggelar konferensi pers  mengumumkan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 75 basis points (bps) untuk ketiga kalinya ke kisaran 3,00%-3,25% 

Indeks saham utama di Wall Street anjlok lebih dari 1,7% pada akhir perdagangan Rabu (21/9), karena investor mencerna kenaikan suku bunga The Fed yang sangat besar, dan komitmennya untuk mempertahankan kenaikan suku bunga hingga tahun 2023 untuk memerangi inflasi.

Baca Juga: Wall Street Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 522,45 poin atau 1,70% ke 30.183,78, S&P 500 turun 66,00 poin atau 1,71% ke 3.789,93 dan Nasdaq Composite turun 204,86 poin atau 1,79% ke 11.220,19.

Dow Jones membukukan penutupan terendah sejak 17 Juni, sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing-masing berada pada level terendah sejak 1 Juli dan 30 Juni.

Editor: Syamsul Azhar

Terbaru