kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Mahathir ingatkan Filipina agar tidak jatuh dalam jebakan utang China


Sabtu, 09 Maret 2019 / 15:30 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MANILA. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengingatkan Filipina agar berhati-hati dan tak jatuh dalam jebakan utang China. "Jika meminjam uang dalam jumlah besar dari China, kemudian tak sanggup melunasi, pihak peminjam di bawah kontrol pemberi pinjaman," kata Mahathir kepada ABS-CBN News saat kunjungan dua hari di Filipina, mengutip The Straits Times, Jumat (8/3).

Menurut Mahathir, Filipina harus meregulasi dan membatasi pengaruh dari China. Mahathir sendiri merenegosiasi atau membatalkan kesepakatan infrastruktur dengan China yang dibuat pendahulunya, Najib Razak. Ia menilai berbagai kesepakatan itu tidak adil bagi Malaysia.

Sementara Presiden Filipina Rodrigo Duterte justru merangkul investor China untuk mendanai program senilai US$ 108 miliar. Duit itu untuk membangun jalan raya, kereta api, bandara, dermaga dan jembatan baru dalam 10 tahun ke depan.

Para pengamat memperingatkan, poros ke China dapat mengarah pada perangkap utang. Sri Langka, menyerahkan kontrol dua pelabuhan utamanya setelah gagal membayar utang ke China.




TERBARU

[X]
×