kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mahathir Mohamad: Tolong ingat, saya diktator!


Jumat, 11 Mei 2018 / 07:39 WIB
Mahathir Mohamad: Tolong ingat, saya diktator!
Perdana Menteri Malaysia yang baru Mahathir Mohamad di samping Wan Azizah, istri Anwar Ibrahim.


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

Mahathir dikenal karena gaya pemerintahan yang penuh gejolak yang tidak toleran terhadap pembangkangan, semasa di memerintah sejak 1981 hingga 2003. Tetapi Mahathir mampu mengubah Malaysia dari negara terpencil menjadi negara industri modern.

Aliansi Mahathir dari empat partai mengalahkan Barisan Nasional (BN) Najib. Ini pertama kali koalisi Barisan Nasional kalah dalam pemilihan.

Sebelumnya pada hari Kamis, Najib muncul meragukan Mahathir akan segera mengambil alih kantor karena tidak ada partai tunggal yang memenangi mayoritas kursi di parlemen beranggota 222. Keputusan tergantung pada raja.

Hasil resmi menunjukkan bahwa koalisi Mahathir memenangi 121 kursi, lebih dari 112 yang diperlukan untuk memerintah. Dalam suasana gembira, Mahathir bercanda tentang usianya dan tentang dicap sebagai diktator pada konferensi pers.

"Tolong ingat, saya seorang diktator," candanya.

Mahathir telah mengulangi janji untuk mencabut pajak barang dan jasa (GST) yang sangat tidak populer yang diperkenalkan oleh Najib. Dia juga berjanji untuk meninjau investasi asing, termasuk proyek-proyek infrastruktur besar yang merupakan bagian dari "jalur sutra" dengan China.

Beberapa ekonom mengemukakan kekhawatiran janji-janji pemilihannya yang populis dapat merusak prospek ekonomi pada saat zaman semakin menantang bagi pasar negara berkembang.

Sementara itu ada juga harapan di tempat lain bahwa ia mungkin akan menghidupkan kembali pendekatannya yang berani terhadap manajemen ekonomi. Mahathir sempat mengatakan sebagian utang Malaysia "terlalu besar" dan perlu dinegosiasi ulang.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×