Makin Panas! China: AS bakal Bayar Mahal jika Pelosi Kunjungi Taiwan

Selasa, 02 Agustus 2022 | 20:34 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Makin Panas! China: AS bakal Bayar Mahal jika Pelosi Kunjungi Taiwan

ILUSTRASI. Amerika Serikat atas AS akan membayar mahal jika Ketua DPR Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan, China memperingatkan. REUTERS/Joshua Roberts.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Amerika Serikat atas AS akan membayar mahal jika Ketua DPR Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan selama tur Asia-nya, China memperingatkan Selasa (2/8).

Prospek Pelosi mengunjungi Taiwan, yang akan menjadi kunjungan profil tertinggi oleh seorang pejabat AS dalam 25 tahun terakhir, telah memicu peringatan yang semakin agresif dari China.

Pelosi belum secara resmi mengonfirmasi, apakah Taiwan adalah bagian dari tur Asia yang sedang berlangsung. Tapi, media AS dan Taiwan telah melaporkan kunjungan itu akan terjadi.

"AS akan memikul tanggungjawab dan membayar mahal karena merusak kepentingan keamanan kedaulatan China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying, seperti dikutip Channel News Asia.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, "pelanggaran kepercayaan AS pada masalah Taiwan adalah tercela" dalam pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri China yang tidak secara khusus menyebut Pelosi.

Baca Juga: Panas! Pesawat Tempur dan Kapal Perang China Dekati Taiwan Jelang Kunjungan Pelosi

Sementara juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menegaskan, Pelosi berhak pergi ke mana pun dia mau.

"Tidak ada alasan bagi Beijing untuk mengubah kunjungan potensial yang konsisten dengan kebijakan lama AS menjadi semacam krisis," ungkapnya, seperti dilansir Channel News Asia.

Ketua DPR AS terakhir yang mengunjungi Taiwan adalah Newt Gingrich pada 1997 silam.

Kirby mengutip intelijen AS, bahwa China sedang mempersiapkan kemungkinan provokasi militer.

Dia mengungkapkan, Pelosi bepergian dengan menumpang pesawat militer. Meski begitu, AS tidak takut akan serangan langsung lantaran penggunaan pesawat militer "meningkatkan risiko salah perhitungan".

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru