kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Makin panas! China: AS sangat merusak kerjasama internasional dalam pandemi corona


Selasa, 16 Februari 2021 / 05:33 WIB
ILUSTRASI. Perselisihan diplomatik yang berkembang atas misi pencarian fakta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal-usul Covid-19 semakin meningkat. REUTERS/Aly Song


Sumber: NBC News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perselisihan diplomatik yang berkembang atas misi pencarian fakta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal-usul Covid-19 semakin meningkat. China mengatakan, AS telah "sangat merusak" kerja sama internasional dalam pandemi virus corona.

Melansir NBC News, Kedutaan Besar China di Washington dalam sebuah pernyataan mengatakan, AS telah sangat merusak lembaga multilateral, termasuk WHO. Pernyataan itu tampaknya merujuk pada pemberitahuan bahwa AS akan menarik diri dari organisasi Juli lalu - keputusan yang dibatalkan oleh pemerintahan Biden.

"Mereka (AS) telah sangat merusak kerja sama internasional terkait Covid-19," kata pernyataan itu. 

Kedubes China juga menambahkan, AS bertindak seolah-olah tidak ada dari semua ini yang pernah terjadi, sambil menuduh negara lain tanpa alasan yang telah setia mendukung WHO.

Baca Juga: Penyidik WHO ungkap China tak mau membagikan data Covid-19

"Dengan rekam jejak seperti itu, bagaimana bisa merebut kepercayaan seluruh dunia," tambahnya seperti yang dikutip NBC News.

Pernyataan itu dirilis kurang dari 24 jam setelah Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan AS memiliki keprihatinan yang mendalam tentang cara komunikasi temuan penyelidikan WHO.

"Laporan ini harus independen, dengan temuan ahli yang bebas dari intervensi atau perubahan oleh pemerintah China," katanya dalam sebuah pernyataan. "Untuk lebih memahami pandemi ini dan mempersiapkan diri untuk yang berikutnya, China harus menyediakan datanya sejak awal wabah."

Baca Juga: Penelitian China, Inilah hewan pembawa virus corona yang mewabah di Wuhan




TERBARU

[X]
×