kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Malaysia konfirmasi 16 kasus baru corona, terendah sejak kontrol gerakan


Selasa, 12 Mei 2020 / 22:05 WIB
ILUSTRASI. Pekerja medis yang mengenakan pakaian pelindung melewati kawat berduri di zona merah di bawah penguncian, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Petaling Jaya, Malaysia ,11 Mei 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Meskipun jumlah kasus baru turun, Noor Hisham mendesak masyarakat untuk tidak membiarkan pertahanan mereka kendur.

Dengan China dan Korea Selatan kembali mencatat lonjakan kasus baru, ia mengatakan, masyarakat harus melakukan bagian mereka untuk memastikan tren yang sama tidak akan terjadi di Malaysia, terutama karena pemerintah telah melonggarkan langkah-langkah di bawah MCO.

Sebelum MCO bisa sepenuhnya dicabut, Noor Hisham menyebutkan, Malaysia harus mempertimbangkan enam hal utama, termasuk kontrol perbatasan, kemampuan sistem perawatan kesehatan, kemampuan negara untuk melindungi kelompok-kelompok berisiko tinggi, serta kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan "normal baru".

Baca Juga: Wuhan akan melakukan tes virus corona ke semua penduduk, ada apa?

“Yang penting adalah keenam unsur itu telah diidentifikasi. Kami merangkul keenamnya dan akan mempraktikkannya, meskipun kami belum merencanakan exit strategy,” ujarnya.

“Kita harus bersatu sebagai satu. Jika kita semua melakukan bagian kita, saya yakin kita bisa melakukannya. Malaysia Bisa!" imbuh Noor Hisham.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×