Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - MANCHESTER. Manchester United (MU) telah mengamankan sebagian besar lahan yang dibutuhkan untuk stadion baru yang berkapasitas 100.000 tempat duduk.
MU telah mengumumkan rencana tahun lalu untuk membangun stadion senilai £ 2 miliar (US$ 2,65 miliar), yang akan menjadi stadion terbesar di Inggris, di sebelah Old Trafford yang sudah ada.
Klub tersebut mengatakan telah mengakuisisi lahan seluas 25 hektare, yang terletak sekitar 350 meter (sekitar seperempat mil) di sebelah barat laut Old Trafford, dari penyedia ruang industri Indurent dan sebuah perusahaan portofolio Blackstone.
"Kemampuan untuk membangun begitu dekat dengan Old Trafford memungkinkan kami untuk melestarikan warisan, tradisi, dan ritual yang sangat penting bagi para penggemar kami," kata Collette Roche, CEO pengembangan stadion baru MU, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Inggris Kaji Aturan Baru, Media Sosial Wajib Utamakan Sumber Berita Terpercaya
Roche menambahkan, MU berkomitmen untuk membangun stadion kelas dunia bersama para pendukung dengan atmosfer, keterjangkauan, dan aksesibilitas sebagai inti pemikiran MU.
Old Trafford telah menjadi rumah bagi juara Liga Premier Inggris 13 kali sejak 1910 itu. Stadion yang berkapasitas lebih dari 74.000 tempat duduk ini belum mengalami pembangunan ulang besar-besaran sejak 2006 dan juga menghadapi masalah termasuk atap bocor, drainase yang tidak memadai, dan penampakan tikus.
Pemilik minoritas Jim Ratcliffe, yang memegang sekitar 29% saham dan mengawasi operasi sepak bola, lebih memilih membangun stadion baru daripada merenovasi Old Trafford. CEO United Omar Berrada mengatakan pada Maret tahun lalu bahwa investasi di stadion baru dapat memengaruhi pengeluaran skuad dan daya saing selama lima tahun.
Setelah berjuang Untuk mengulangi kesuksesan yang diraih di bawah Alex Ferguson di dalam dan luar lapangan, United finis di posisi ketiga pada musim yang baru saja berakhir di bawah Michael Carrick, mengamankan tempat di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua musim.
Baca Juga: Keir Starmer Mundur, Inggris Hadapi Krisis Kepemimpinan














