Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yen Jepang mulai stabil pada perdagangan Rabu (5/8/2026) setelah intervensi bersama pemerintah Jepang dan Amerika Serikat (AS) serta dukungan terbuka dari Washington membantu meredakan tekanan terhadap mata uang tersebut.
Sementara itu, dolar Amerika Serikat bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan seiring meningkatnya optimisme atas perkembangan diplomatik di Timur Tengah.
Baca Juga: Starbucks Korea Selatan Terseret Kasus Dugaan Penghinaan Korban Demonstrasi 1980
Mengutip Reuters, yen menguat tipis ke level 157,60 per dolar AS setelah sehari sebelumnya melemah sekitar 0,4% dari posisi tertinggi Senin di 155,20 per dolar.
Meski demikian, yen masih jauh lebih kuat dibandingkan level terendah dalam 40 tahun yang sempat mendekati 164 per dolar AS.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Selasa (4/8) menegaskan pemerintah AS akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk mendukung upaya Jepang menstabilkan nilai tukar yen.
Pernyataan itu disampaikan setelah intervensi bersama Washington dan Tokyo pada pekan lalu yang berhasil menekan aksi spekulatif terhadap mata uang Jepang.
Bessent juga mengatakan kepada penyiar publik NHK bahwa dirinya yakin Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda akan mengambil kebijakan terbaik bagi perekonomian Jepang.
Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa BOJ berpeluang kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 17–18 September mendatang.
Analis pasar IG Tony Sycamore menilai, keterlibatan Amerika Serikat meningkatkan kredibilitas intervensi yang dilakukan otoritas Jepang.
"Dengan dukungan AS yang meningkatkan kredibilitas intervensi, serta sinyal bahwa aksi terkoordinasi lanjutan masih mungkin dilakukan, langkah tersebut memberi otoritas waktu untuk menunggu hingga faktor fundamental menjadi lebih mendukung," ujarnya.
Baca Juga: Minyak Dunia Menguat Tipis Rabu (5/8) Pagi, Brent ke US$ 79,62 & WTI ke US$ 75,90
Dolar AS tertekan
Di sisi lain, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, bergerak stabil di level 99,85 setelah sempat menyentuh level terendah dalam enam pekan pada Senin.
Euro diperdagangkan stabil di US$ 1,1533, sedangkan pound sterling berada di level US$ 1,3458.
Sementara itu, dolar Selandia Baru (kiwi) melemah sekitar 0,3% menjadi US$ 0,5878 setelah tingkat pengangguran negara tersebut naik ke level tertinggi dalam satu dekade sebesar 5,6% pada kuartal II-2026. Dolar Australia relatif tidak berubah di posisi US$ 0,7053.
Baca Juga: Jetstar Bakal Kenakan Biaya untuk Tas Kabin di Kompartemen Atas Mulai Februari 2027
Harga minyak turun, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed berkurang
Harga minyak melanjutkan penurunan setelah sebelumnya anjlok sekitar 5% pada perdagangan Selasa. Kontrak berjangka minyak Brent turun sekitar 0,3% pada awal perdagangan Rabu.
Pelemahan harga minyak dipicu meningkatnya harapan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat diselesaikan melalui jalur diplomatik sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Komentar dari pejabat Qatar dan Amerika Serikat mendorong optimisme tersebut. Qatar menyatakan para mediator terus mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik, sehingga memunculkan harapan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali normal.
Turunnya harga minyak juga mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga.
Baca Juga: Kabar Transfer Man United: 6 Pemain Berpeluang Hengkang Sebelum Deadline
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan September semakin mengecil.
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 60%, dari 75% sepekan sebelumnya.
Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat (7/8). Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
