kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.734   66,00   0,37%
  • IDX 6.113   18,50   0,30%
  • KOMPAS100 805   0,34   0,04%
  • LQ45 616   -0,85   -0,14%
  • ISSI 215   0,83   0,39%
  • IDX30 352   0,06   0,02%
  • IDXHIDIV20 435   -3,81   -0,87%
  • IDX80 93   0,07   0,07%
  • IDXV30 121   -0,42   -0,35%
  • IDXQ30 114   -1,14   -0,99%

Manila kepada Beijing: Kedaulatan kami tidak dapat dinegosiasikan!


Selasa, 06 April 2021 / 06:43 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Angkatan Laut Filipina.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Duterte sebelumnya mengatakan bahwa menantang China tidak ada gunanya dan berisiko memulai perang.

Pada bulan lalu, Filipina mengajukan protes diplomatik atas kehadiran 220 kapal China yang "berkerumun dan mengancam" yang diyakini diawaki oleh milisi di Whitsun Reef, sebuah sikap yang didukung oleh sekutu Amerika Serikat.

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Filipina menolak pandangan China bahwa Whitsun Reef adalah tempat penangkapan ikan tradisional di perairannya. Kemenlu menegaskan akan mengirimkan protes diplomatik setiap hari karena kapal China tidak beranjak dari sana.

Baca Juga: Menhan Filipina: China ingin menduduki lebih banyak wilayah Laut China Selatan

Dikatakan, kapal-kapal itu secara terang-terangan melanggar yurisidsi Filipina.

Brunei, Malaysia, Taiwan, China, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing untuk pulau dan fitur di area tersebut.

Panelo juga mengatakan Filipina tidak akan dibutakan oleh gerakan kemanusiaan China. Pernyataannya itu mengacu pada jutaan vaksin Covid-19 yang disumbangkan oleh China.

Selanjutnya: Ratusan kapal milisi China makin menyebar di Laut China Selatan, Filipina berang




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×