kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Manila kepada Beijing: Kedaulatan kami tidak dapat dinegosiasikan!


Selasa, 06 April 2021 / 06:43 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang Angkatan Laut Filipina.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Duterte sebelumnya mengatakan bahwa menantang China tidak ada gunanya dan berisiko memulai perang.

Pada bulan lalu, Filipina mengajukan protes diplomatik atas kehadiran 220 kapal China yang "berkerumun dan mengancam" yang diyakini diawaki oleh milisi di Whitsun Reef, sebuah sikap yang didukung oleh sekutu Amerika Serikat.

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Filipina menolak pandangan China bahwa Whitsun Reef adalah tempat penangkapan ikan tradisional di perairannya. Kemenlu menegaskan akan mengirimkan protes diplomatik setiap hari karena kapal China tidak beranjak dari sana.

Baca Juga: Menhan Filipina: China ingin menduduki lebih banyak wilayah Laut China Selatan

Dikatakan, kapal-kapal itu secara terang-terangan melanggar yurisidsi Filipina.

Brunei, Malaysia, Taiwan, China, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing untuk pulau dan fitur di area tersebut.

Panelo juga mengatakan Filipina tidak akan dibutakan oleh gerakan kemanusiaan China. Pernyataannya itu mengacu pada jutaan vaksin Covid-19 yang disumbangkan oleh China.

Selanjutnya: Ratusan kapal milisi China makin menyebar di Laut China Selatan, Filipina berang




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×