kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.806   -24,00   -0,14%
  • IDX 8.263   130,90   1,61%
  • KOMPAS100 1.167   20,80   1,82%
  • LQ45 839   9,55   1,15%
  • ISSI 295   6,82   2,36%
  • IDX30 434   3,34   0,78%
  • IDXHIDIV20 518   -0,88   -0,17%
  • IDX80 130   2,15   1,68%
  • IDXV30 142   0,93   0,66%
  • IDXQ30 140   -0,18   -0,13%

Manipulasi keuangan General Electric lebih besar dibanding Enron


Jumat, 16 Agustus 2019 / 11:21 WIB
Manipulasi keuangan General Electric lebih besar dibanding Enron
ILUSTRASI. General Electric


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, CEO GE membantahnya. Dia bilang, tuduhan itu tidak benar dan didorong oleh manipulasi pasar.

“GE akan selalu menganggap serius pelanggaran keuangan. Tetapi ini adalah manipulasi pasar - murni dan sederhana,” jelas Lawrence Culp, CEO GE. Dia menambahkan, laporan Markopolos berisi fakta yang salah dan tuduhan tersebut dapat diperjelas jika ia melakukan cross check dengan GE sebelum menerbitkan laporannya.

Culp mengatakan, fakta bahwa Markopolos tidak pernah berbicara terlebih dulu dengan pimpinan perusahaan sebelum menerbitkan laporan menunjukkan bahwa ia tidak tertarik pada analisis keuangan yang akurat. "Hal ini dilakukan semata-mata untuk menghasilkan volatilitas ke bawah saham GE, sehingga ia dan mitra hedge fund yang tidak disebutkan namanya bisa mendapatkan keuntungan secara pribadi," paparnya.

Baca Juga: Duh, Harga Saham Tiga Agensi Terbesar Idol K-Pop Jatuh Berguguran Diterpa Skandal

Informasi tambahan saja, Enron menyatakan diri bangkrut pada Desember 2001 yang kemudian menjadi kebangkrutan perusahaan terbesar dalam sejarah AS. Akibatnya, 4.000 karyawan Enron kehilangan pekerjaan. Kejatuhan perusahaan energi itu dimulai dengan ditemukannya penyimpangan akuntansi. Sekitar 21 orang, termasuk mantan CEO Jeffrey Skilling, dinyatakan bersalah dalam skandal itu. Tak hanya itu, kantor akuntan Arthur Andersen harus menutup bisnisnya setelah dinyatakan bersalah karena menghalangi keadilan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×