kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Markit/HSBC: Manufaktur China Februari kontraksi


Kamis, 20 Februari 2014 / 13:02 WIB
ILUSTRASI. Tanaman hias snake plant.


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

BEIJING. Aktivitas manufaktur China diramal melambat lagi di bulan Februari ini. Dari laporan awal atau preliminary report Markit/HSBC, Purchasing Managers' Index (PMI) akan turun ke level 48,3 dari Januari sebesar 49,5.

Sekadar informasi, indeks manufaktur di bawah 50 mengindikasikan kegiatan manufaktur mengalami kontraksi. Sebaliknya, di atas 50 menunjukkan ekspansi.

Menurut Markit/HSBC, perayaan Tahun Baru China yang jatuh pada 31 Februari hingga satu minggu kedepannya, telah membuat berbagai perusahaan menutup pabrik dan toko.

Memang, PMI bukan satu-satunya indikator terutama perekonomian China. Di sisi lain, beberapa data China positif, seperti pertumbuhan kredit perbankan dan perdagangan.

Namun, PMI menjadi indikator ketenagakerjaan suatu negara dan bisa menjadi patokan tingkat angka pengangguran. "Di saat ini, momentum pertumbuhan jangka pendek cukup rendah," kata Ting Lu dan Xiaojia Zhi dari Bank of America-Merrill Lynch di Hong Kong. 

Berdasarkan data Markit/HSBC tersebut, subindeks kategori permintaan baru turun ke bawah level 50, untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Sedangkan permintaan ekspor lebih tinggi dibanding Januari, namun masih di bawah level 50.

Markit/HSBC akan merilis laporan lengkapnya pada 3 Maret, sementara pemerintah China merilis pada 1 Maret. China sepanjang tahun 2013 mencatat pert4umbuhan ekonomi sebesar 7,7%, sama seperti tahun 2012.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×