kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.741   22,00   0,12%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Masa Depan Facebook Makin Dipertanyakan Usai Saham Induknya Amblas


Jumat, 04 Februari 2022 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Logo Meta dan Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Zuckerberg menjual saham Meta senilai US$ 4,47 miliar tahun lalu, sebelum kekalahan teknologi 2021. Penjualan saham dilakukan sebagai bagian dari rencana perdagangan 10b5-1 yang telah ditentukan sebelumnya, yang digunakan para eksekutif untuk menghilangkan kekhawatiran tentang perdagangan orang dalam.

Menurut analis, persaingan ketat yang sekarang dihadapi dari para pesaing dan fakta bahwa pendapatan di bawah ekspektasi telah menciptakan kekhawatiran investor. 

Michael Nathanson, analis Moffett Nathanson dalam risetnya mempertanyakan apakah kondisi ini merupakan pertanda fase baru menuju puncak berikutnya bagi Facebook atau justru sebagai fase akhir kejayaan.

"Penurunan ini sangat tajam. Hasilnya, Meta tampil sebagai pemegang berita utama tetapi tidak dalam cara yang baik," tulisnya seperti dilansir Bloomberg, Jumat (4/2). 

Saham perusahan media sosial lainnya seperti Twitter Inc, Snap Inc, dan Pinterest Inc juga ditutup melemah pada hari Kamis dan menyeret Indeks Nasdaq turun 4,2%, aksi jual terburuk sejak September 2020. 




TERBARU

[X]
×