Sumber: CNA | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang diperkirakan akan mendorong lonjakan perjalanan wisatawan Tiongkok ke luar negeri.
Sejumlah negara seperti Rusia, Australia, Thailand, dan Korea Selatan menjadi tujuan favorit, sementara Jepang mulai kehilangan pesonanya di tengah ketegangan politik.
Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi tahun ini berlangsung selama sembilan hari mulai 15 Februari, satu hari lebih lama dari biasanya, untuk menyambut Tahun Kuda.
Libur panjang ini menjadi momen penting bagi jutaan warga Tiongkok untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga, sekaligus meningkatkan belanja di toko, restoran, dan bioskop.
Pemerintah Tiongkok memperkirakan akan terjadi rekor 9,5 miliar perjalanan penumpang selama periode 40 hari musim liburan, naik dari 9,02 miliar pada tahun lalu.
Baca Juga: Surplus Dagang Uni Eropa Tertekan Tarif AS dan Persaingan China
Perpanjangan masa libur diharapkan mendorong lebih banyak perjalanan domestik maupun internasional.
Zhou Weihong dari Spring Tour yang berbasis di Shanghai mengatakan Thailand kembali menjadi destinasi luar negeri paling populer karena cuacanya yang hangat, saat sebagian besar wilayah Tiongkok masih berada dalam musim dingin.
Permintaan wisata domestik juga terbagi antara destinasi beriklim hangat seperti Pulau Hainan dan kawasan bersalju seperti Gunung Changbai di timur laut Tiongkok.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak warga tampaknya memanfaatkan liburan untuk sejenak melupakan tekanan.
Penurunan pasar properti yang berkepanjangan dan pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19 yang tidak merata telah memicu kekhawatiran terhadap keamanan pekerjaan dan kondisi keuangan rumah tangga.
Studi menunjukkan konsumen Tiongkok kini lebih memprioritaskan pengeluaran untuk pengalaman dibandingkan barang.
Konsultan McKinsey dalam laporan pembaruan pasarnya pada Agustus lalu menyebut telah terjadi pergeseran yang lebih dalam dalam pola konsumsi masyarakat.
Permintaan perjalanan ke Rusia dan Eropa Utara juga meningkat signifikan.
Baca Juga: Investasi Jepang US$550 Miliar Siap Guyur AS, Ini Sektor Kuncinya!
Zhou menyebut pemesanan ke Rusia di platformnya melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Direktur pemasaran dan komunikasi Dragon Trail Research, Sienna Parulis-Cook, menilai tren ini dipicu kebijakan Moskow yang menghapus visa bagi wisatawan Tiongkok sejak Desember.
Sementara itu, Trip.com Group melaporkan lonjakan perjalanan jarak jauh yang mendorong peningkatan jumlah kunjungan ke Australia lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan intelijen penerbangan IBA mencatat kapasitas kursi penerbangan internasional selama periode liburan meningkat 9 persen secara tahunan, dengan porsi penerbangan internasional kini mencapai sekitar setengah dari total kapasitas.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada Jepang. Ketegangan politik dan peringatan keselamatan dari otoritas Tiongkok terhadap warganya telah mengurangi minat wisatawan ke Negeri Sakura.
Data dari Flight Master menunjukkan penerbangan antara Tiongkok dan Jepang pada pekan yang dimulai 2 Februari turun 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 58 rute yang beroperasi selama Festival Musim Semi tahun lalu dilaporkan dibatalkan seluruhnya tahun ini.
Padahal sebelumnya Jepang sempat menjadi salah satu destinasi luar negeri terpopuler bersama Thailand dan negara-negara kawasan lainnya.
Untuk mendorong konsumsi, pemerintah Tiongkok meluncurkan kampanye nasional selama liburan Imlek.
Program tersebut meliputi tukar tambah barang konsumsi, undian berhadiah bagi pembeli dengan nilai transaksi tertentu, hingga peningkatan layanan bagi wisatawan mancanegara.
Wakil Menteri Perdagangan Sheng Qiuping menyebut liburan terpanjang dalam sejarah Festival Musim Semi menjadi momentum tepat untuk berbelanja, mengunjungi keluarga, dan berwisata.
Program pengembalian pajak juga menawarkan diskon sekitar 10 persen bagi wisatawan asing yang berbelanja di Tiongkok.
Data Administrasi Perpajakan Negara menunjukkan jumlah pengunjung asing yang mengklaim pengembalian pajak melonjak 305 persen pada tahun lalu.
Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan 2,05 miliar yuan atau sekitar US$297 juta dalam bentuk voucher, subsidi, dan amplop merah digital guna mendongkrak daya beli masyarakat selama periode liburan.
Baca Juga: Skandal McDonald's India Pakai Minyak Tak Layak dan Tomat Busuk













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)