kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Massa pro dan anti Mursi bentrok


Sabtu, 27 Juli 2013 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Kode warna pada spons dapur untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang (Joe Lingeman/Pinterest)


Sumber: BBC | Editor: Asnil Amri

KAIRO. Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas saat pendukung Presiden Mesir Mohammed Mursi menggelar aksi protes di Kairo.

Wartawan BBC di Kairo melaporkan, bentrokan maut berlangsung di sekitar mesjid Rabaa al-Adawiya. Ada banyak cipratan darah di jalanan dimana lokasi bentrokan terjadi.

Seorang dokter di rumah sakit lapangan dekat dengan lokasi protes menyebutkan, lebih dari 1.000 orang terluka akibat peristiwa tersebut.

Bentrokan terjadi antara massa pendukung dan anti Mursi yang telah menggelar aksi besar sepanjang malam.

Ribuan orang di Lapangan Tahrir merupakan massa yang didukung militer yang menggulingkan Mursi dari kursi kepresidenan awal bulan ini.

Panglima militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi sebelumnya juga meminta warga untuk turun ke jalan memberikan mandat bagi militer atas intervensi politik yang dilakukan.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi waktu setempat, Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim berjanji untuk mengakhiri aksi duduk di mesjid.

Dia mengatakan, warga sekitar mengeluhkan perkemahan yang dibangun di kawasan sekitar dan mengatakan aksi protes akan ''segera berakhir dan dalam cara yang sah."

Tetapi, tidak jelas apakah bentrokan terbaru di sekitar mesjid menggambarkan upaya terpadu dari pasukan keamanan untuk membersihkan kawasan tersebut.

Tuntutan Mursi

Wartawan BBC melaporkan, tembakan senjata otomatis masih bisa terdengar dan kawasan tersebut diselimuti oleh asap yang berasal dari tembakan gas air mata.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin Gehad el-Haddad kepada kantor berita Reuters mengatakan: "Mereka menembak bukan untuk melukai, mereka menembak untuk membunuh."

Kekerasan juga berlangsung di kota terbesar kedua Mesir, Alexandria, dimana sedikitnya 10 orang tewas akibat bentrokan dua kubu yang bertikai.

Sejak Morsi, terpilih menjadi presiden pertama secara demokratis, banyak orang yang tewas akibat aksi protes yang berakhir dengan kekerasan.

Morsi kini secara resmi dituduh berkonspirasi dengan kelompok militan Palestina Hamas yang dikenal dekat dengan Ikhwanul Muslimin.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×