kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Masuki momen kritis, Korea Selatan desak warganya tidak keluar rumah


Sabtu, 29 Februari 2020 / 13:14 WIB
Masuki momen kritis, Korea Selatan desak warganya tidak keluar rumah
ILUSTRASI. Karyawan menggunakan masker untuk mencegah tertular virus corona berjalan di pabrik Hyundai Motors di Ulsan, Korea Selatan, 28 Februari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan mendesak warganya untuk tinggal di dalam rumah akhir pekan ini, setelah terjadi lonjakan harian terbesar dalam infeksi virus corona, dengan 594 kasus baru menjadi total 2.931.

Korea Selatan bergulat dengan wabah terbesar virus corona baru di luar China, dengan kematian 17 orang, di tengah rekor peningkatan infeksi sejak negara itu mengonfirmasi pasien pertama pada 20 Januari lalu.

"Kami meminta Anda untuk menahan diri dari mengambil bagian dalam acara-acara publik, termasuk acara keagamaan atau unjuk rasa, akhir pekan ini," kata Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan Kim Kang-lip, Sabtu (29/2).

Baca Juga: Virus corona makin menggila, AS kerek level travel advice ke Italia

"Imi adalah momen kritis dalam mengekang penyebaran virus," ujarnya dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters. Jadi, "Silakan tinggal di rumah dan jangan pergi keluar dan meminimalkan kontak dengan orang lain".

Sebanyak 476 kasus baru berasal dari Tenggara Kota Daegu, lokasi sebuah gereja yang jadi pusat wabah, dan 60 lainnya dari provinsi terdekat Gyeongsang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).

Otoritas kesehatan sudah memulai tes pada lebih dari 210.000 anggota dan 65.000 peserta gereja terkait dengan mayoritas kasus virus corona, setelah seorang wanita berusia 61 tahun yang disebut sebagai "Pasien 31" menghadiri acara keagamaan di sana sebelum positif terjangkit.

Baca Juga: Laporkan 594 kasus baru, infeksi virus corona di Korea Selatan nyaris tembus 3.000

Kim mengatakan, lebih dari 88% telah menjalani pemeriksaan, dan sekitar 3.300 di antaranya menunjukkan gejala seperti demam.

Beberapa pejabat provinsi ingin mengajukan tuntutan pidana terhadap gereja, setelah pihak gereja menolak untuk mengeluarkan daftar anggota secara lengkap. Pihak gereja membantah tuduhan itu dan mendesak "fitnah dan penindasan" atas para pengikutnya diakhiri.

Kim menyatakan, pemerintah pusat sedang bekerja dengan Pemerintah Kota Daegu untuk memeriksa, apakah gereja tersebut memberikan daftar anggota yang tidak lengkap.

Baca Juga: Kim Jong Un: Virus corona masuk, ada konsekuensi serius bagi pejabat Korea Utara

Sementara pengadilan menolak rencana unjuk rasa kelompok konservatif pada akhir pekan ini di pusat Kota Seoul untuk mengkritik Presiden Moon Jae-in atas penanganan wabah virus corona, dengan alasan masalah kesehatan.

Penyebaran cepat virus corona telah memicu ketakutan akan pandemi, dengan enam negara melaporkan kasus pertama mereka pekan ini, ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengerek peringatan risiko global ke level "sangat tinggi".



TERBARU

[X]
×