kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.752   13,00   0,07%
  • IDX 6.211   49,30   0,80%
  • KOMPAS100 822   8,84   1,09%
  • LQ45 631   10,94   1,76%
  • ISSI 218   0,25   0,12%
  • IDX30 361   6,36   1,79%
  • IDXHIDIV20 446   9,23   2,11%
  • IDX80 95   1,00   1,07%
  • IDXV30 123   1,53   1,26%
  • IDXQ30 117   2,35   2,05%

Masuki momen kritis, Korea Selatan desak warganya tidak keluar rumah


Sabtu, 29 Februari 2020 / 13:14 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menggunakan masker untuk mencegah tertular virus corona berjalan di pabrik Hyundai Motors di Ulsan, Korea Selatan, 28 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Kim mengatakan, lebih dari 88% telah menjalani pemeriksaan, dan sekitar 3.300 di antaranya menunjukkan gejala seperti demam.

Beberapa pejabat provinsi ingin mengajukan tuntutan pidana terhadap gereja, setelah pihak gereja menolak untuk mengeluarkan daftar anggota secara lengkap. Pihak gereja membantah tuduhan itu dan mendesak "fitnah dan penindasan" atas para pengikutnya diakhiri.

Kim menyatakan, pemerintah pusat sedang bekerja dengan Pemerintah Kota Daegu untuk memeriksa, apakah gereja tersebut memberikan daftar anggota yang tidak lengkap.

Baca Juga: Kim Jong Un: Virus corona masuk, ada konsekuensi serius bagi pejabat Korea Utara

Sementara pengadilan menolak rencana unjuk rasa kelompok konservatif pada akhir pekan ini di pusat Kota Seoul untuk mengkritik Presiden Moon Jae-in atas penanganan wabah virus corona, dengan alasan masalah kesehatan.

Penyebaran cepat virus corona telah memicu ketakutan akan pandemi, dengan enam negara melaporkan kasus pertama mereka pekan ini, ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengerek peringatan risiko global ke level "sangat tinggi".




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×