kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.155   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.549   -44,70   -0,59%
  • KOMPAS100 1.040   -10,07   -0,96%
  • LQ45 743   -12,35   -1,63%
  • ISSI 274   -1,48   -0,54%
  • IDX30 399   -2,21   -0,55%
  • IDXHIDIV20 485   -4,24   -0,87%
  • IDX80 116   -1,48   -1,26%
  • IDXV30 139   0,33   0,24%
  • IDXQ30 128   -1,43   -1,11%

Mata Uang Asia Melemah Selasa (21/4) Pagi, Peso Filipina Catat Penurunan Terdalam


Selasa, 21 April 2026 / 09:29 WIB
Mata Uang Asia Melemah Selasa (21/4) Pagi, Peso Filipina Catat Penurunan Terdalam
ILUSTRASI. peso mata uang Filipina (Shutterstock/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (21/4/2026), dengan peso Filipina mencatat penurunan paling dalam di kawasan.

Mengutip Reuters mengacu data pasar, Peso Filipina melemah 0,26% ke level 59,959 per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada sesi tersebut.

Baca Juga: Bos Baru Apple John Ternus Fokus Produk, Hadapi Tantangan Era AI

Pelemahan juga terjadi pada Yen Jepang yang turun 0,11% ke 158,97 per dolar AS, serta Baht Thailand yang melemah 0,22% ke 32,08.

Di sisi lain, beberapa mata uang mencatat penguatan tipis, seperti Rupiah Indonesia yang naik 0,23% ke 17.125 per dolar AS, serta Dolar Taiwan yang menguat 0,20%.

Sementara itu, Won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia relatif stabil dengan perubahan tipis masing-masing 0,03% dan 0,01%. Yuan China juga bergerak terbatas di kisaran 6,816 per dolar AS.

Secara year-to-date (ytd) 2026, tekanan masih terlihat pada sebagian besar mata uang Asia. Rupee India mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,50%, diikuti Rupiah Indonesia yang turun 2,66% dan Won Korea Selatan yang melemah 2,23%.

Baca Juga: Startup AI Jeff Bezos Bidik Valuasi US$38 Miliar, Siap Galang Dana Jumbo

Sebaliknya, beberapa mata uang justru menguat sejak awal tahun, seperti Ringgit Malaysia yang naik 2,71%, Yuan China yang menguat 2,52%, serta Dolar Singapura yang terapresiasi 1,19%.

Pergerakan mata uang kawasan ini dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih menjadi faktor utama bagi investor.




TERBARU

[X]
×