Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (21/4/2026), dengan peso Filipina mencatat penurunan paling dalam di kawasan.
Mengutip Reuters mengacu data pasar, Peso Filipina melemah 0,26% ke level 59,959 per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada sesi tersebut.
Baca Juga: Bos Baru Apple John Ternus Fokus Produk, Hadapi Tantangan Era AI
Pelemahan juga terjadi pada Yen Jepang yang turun 0,11% ke 158,97 per dolar AS, serta Baht Thailand yang melemah 0,22% ke 32,08.
Di sisi lain, beberapa mata uang mencatat penguatan tipis, seperti Rupiah Indonesia yang naik 0,23% ke 17.125 per dolar AS, serta Dolar Taiwan yang menguat 0,20%.
Sementara itu, Won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia relatif stabil dengan perubahan tipis masing-masing 0,03% dan 0,01%. Yuan China juga bergerak terbatas di kisaran 6,816 per dolar AS.
Secara year-to-date (ytd) 2026, tekanan masih terlihat pada sebagian besar mata uang Asia. Rupee India mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,50%, diikuti Rupiah Indonesia yang turun 2,66% dan Won Korea Selatan yang melemah 2,23%.
Baca Juga: Startup AI Jeff Bezos Bidik Valuasi US$38 Miliar, Siap Galang Dana Jumbo
Sebaliknya, beberapa mata uang justru menguat sejak awal tahun, seperti Ringgit Malaysia yang naik 2,71%, Yuan China yang menguat 2,52%, serta Dolar Singapura yang terapresiasi 1,19%.
Pergerakan mata uang kawasan ini dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih menjadi faktor utama bagi investor.













