kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mata Uang Asia Melemah Selasa (21/4) Pagi, Peso Filipina Catat Penurunan Terdalam


Selasa, 21 April 2026 / 09:29 WIB
Mata Uang Asia Melemah Selasa (21/4) Pagi, Peso Filipina Catat Penurunan Terdalam
ILUSTRASI. peso mata uang Filipina (Shutterstock/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (21/4/2026), dengan peso Filipina mencatat penurunan paling dalam di kawasan.

Mengutip Reuters mengacu data pasar, Peso Filipina melemah 0,26% ke level 59,959 per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada sesi tersebut.

Baca Juga: Bos Baru Apple John Ternus Fokus Produk, Hadapi Tantangan Era AI

Pelemahan juga terjadi pada Yen Jepang yang turun 0,11% ke 158,97 per dolar AS, serta Baht Thailand yang melemah 0,22% ke 32,08.

Di sisi lain, beberapa mata uang mencatat penguatan tipis, seperti Rupiah Indonesia yang naik 0,23% ke 17.125 per dolar AS, serta Dolar Taiwan yang menguat 0,20%.

Sementara itu, Won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia relatif stabil dengan perubahan tipis masing-masing 0,03% dan 0,01%. Yuan China juga bergerak terbatas di kisaran 6,816 per dolar AS.

Secara year-to-date (ytd) 2026, tekanan masih terlihat pada sebagian besar mata uang Asia. Rupee India mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,50%, diikuti Rupiah Indonesia yang turun 2,66% dan Won Korea Selatan yang melemah 2,23%.

Baca Juga: Startup AI Jeff Bezos Bidik Valuasi US$38 Miliar, Siap Galang Dana Jumbo

Sebaliknya, beberapa mata uang justru menguat sejak awal tahun, seperti Ringgit Malaysia yang naik 2,71%, Yuan China yang menguat 2,52%, serta Dolar Singapura yang terapresiasi 1,19%.

Pergerakan mata uang kawasan ini dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih menjadi faktor utama bagi investor.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×