Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/3/2026), dengan ringgit Malaysia menjadi yang paling menguat.
Data perdagangan menunjukkan yen Jepang diperdagangkan di 158,980 per dolar, hampir tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya.
Baca Juga: Malaysia Jadi Negara Pertama yang Menyatakan Perjanjian Dagang AS “Batal Demi Hukum”!
Dolar Singapura melemah tipis ke 1,276, sementara won Korea Selatan naik 0,08% ke 1.487,20 per dolar.
Rupiah tercatat stabil di 16.975 per dolar, sedangkan rupee India juga tidak mengalami perubahan di level 92,370.
Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,28% ke 3,909 per dolar, menjadi penguat terbesar di kawasan. Yuan China turun tipis 0,01% ke 6,885.
Jika dilihat sepanjang 2026, ringgit menjadi mata uang Asia yang mencatat penguatan paling signifikan, naik sekitar 3,76% dari posisi akhir 2025.
Baca Juga: Emas Stabil Rabu (18/3), Investor Waspadai Risiko Timur Tengah Jelang Keputusan Fed
Sebaliknya, won Korea Selatan turun 3,21%, rupiah melemah 1,80%, dan yen Jepang turun 1,47%.
Pergerakan mata uang yang relatif stabil ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan menjelang keputusan kebijakan moneter dari sejumlah bank sentral global.













