Sumber: Fortune,Fortune | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melinda French Gates mengawali kariernya di Microsoft berkat nasihat seorang manajer IBM yang menyuruhnya menolak tawaran pekerjaan dari perusahaan itu. Nasihat itu mengejutkan French Gates, namun akhirnya membuka jalan bagi karier dan kekayaannya yang luar biasa.
French Gates menceritakan, saat itu ia telah menyelesaikan magang selama dua musim panas di IBM dan mendapat tawaran pekerjaan tetap.
Namun, manajer perekrutnya berkata, “Jika Microsoft menawarmu pekerjaan, kamu harus menerimanya.” Saat itu, Microsoft masih merupakan perusahaan kecil, dan saran itu membuatnya terkejut.
Akhirnya, French Gates menerima tawaran Microsoft dan membangun kariernya di perusahaan teknologi tersebut selama sembilan tahun.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Mantan Istri Bill Gates Tak Mau Mendanai Usaha Rintisan Putrinya
Ia menjadi salah satu pemain kunci dalam pertumbuhan Microsoft, termasuk menjabat sebagai General Manager produk informasi di raksasa perangkat lunak senilai US$ 3,6 triliun.
Kesuksesan kariernya juga berdampak pada kekayaan pribadinya, yang kini mencapai US$ 17,4 miliar, menjadikannya salah satu wanita terkaya di Amerika.
Perpindahan dari IBM ke Microsoft tidak mudah. French Gates harus meninggalkan kehidupannya dan pindah ke Pantai Barat Amerika Serikat, di Seattle, tanpa mengenal siapa pun di sana. Namun ia tertarik menjadi bagian dari sesuatu yang besar.
Baca Juga: Miliarder Melinda Gates Ogah Mendanai Startup Putrinya, Ini Alasannya
“Saya tidak mengenal siapa pun di Seattle, tapi saya begitu antusias dengan apa yang mereka lakukan. Saya ingin menjadi bagian dari itu,” ujarnya.
French Gates mendorong perempuan lainnya untuk berani mengambil risiko serupa, karena perubahan jalur karier bisa membawa peluang besar.
Nasihat dari Tempat Tak Terduga
French Gates bukan satu-satunya miliarder yang menerima nasihat berharga dari sumber yang tidak terduga. Jensen Huang, CEO Nvidia, mengaku mendapatkan pelajaran karier terbaik dari seorang tukang kebun tua di sebuah kuil di Tokyo.
Huang terkesan melihat bagaimana tukang kebun itu merawat lumut dengan alat kecil, dan pelajaran sederhana itu mengajarkan kesabaran dan strategi dalam karier.
Sementara itu, mantan CEO PepsiCo, Indra Nooyi, belajar tentang kepemimpinan perempuan dengan menonton serial Sex and the City.
Baca Juga: Bill Gates Alihkan Miliaran Dolar ke Yayasan Mantan Istri
Ia terinspirasi dari solidaritas karakter perempuan dalam serial itu, yang saling mendukung tanpa menghakimi, sebagai pelajaran menghadapi bias di dunia kerja.
Pendekatan mencari nasihat dari sumber tak terduga juga diterapkan Steve Jobs. Saat merencanakan Apple Store, Jobs menempuh saran Bernard Arnault, CEO LVMH, meski banyak orang menganggapnya gila.
Keputusan itu terbukti sukses, dan kini Apple memiliki lebih dari 500 toko di seluruh dunia dengan valuasi US$4 triliun.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa inspirasi dan nasihat karier bisa datang dari mana saja, bahkan dari tempat yang paling tidak terduga, dan kadang justru membuka jalan menuju kesuksesan besar.













