kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Memanas! AS beri China waktu 72 jam untuk tutup konsulat Houston, ini yang terjadi


Kamis, 23 Juli 2020 / 06:44 WIB
ILUSTRASI. Ketegangan yang terjadi antara Amerika dan China semakin memanas. KONTAN/Fransiskus Simbolon/16/05/2019


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Langkah Houston datang menjelang pemilihan presiden AS November, di mana Trump dan saingan Demokratnya, Joe Biden, sama-sama berusaha terlihat tangguh dalam menghadapi China.

Berbicara pada kunjungan ke Denmark, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali mengulangi tuduhan tentang pencurian China atas AS dan kekayaan intelektual Eropa, yang disebut-sebut menelan biaya "ratusan ribu pekerjaan."

Baca Juga: Washington buka opsi untuk melarang semua anggota Partai Komunis China masuk ke AS

Pompeo tidak memberikan rincian informasi tentang konsulat Houston. Akan tetapi, dia merujuk pada dakwaan Departemen Kehakiman AS pada hari Selasa atas aksi dua warga negara China yang disebutnya melakukan kampanye spionase maya selama satu dekade yang menargetkan kontraktor pertahanan, penelitian Covid-19 dan ratusan korban lainnya di seluruh dunia.

Pompeo juga merujuk pada pidato baru-baru ini oleh kepala FBI dan lainnya yang menyoroti kegiatan spionase Tiongkok.

Baca Juga: Xi Jinping ke CEO global: Tiongkok akan geber peluang bagi perusahaan China dan asing

“Presiden Trump telah mengatakan:‘Cukup. Kami tidak akan membiarkan ini terus terjadi," katanya kepada wartawan.

Hubungan AS dan China memburuk dengan tajam tahun ini karena berbagai masalah mulai dari virus corona, Huawei hingga klaim teritorial China di Laut Cina Selatan dan tindakan keras terhadap Hong Kong.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×