kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Memotret kehidupan Eropa di tengah wabah corona lewat lensa Google


Jumat, 03 April 2020 / 21:39 WIB
Memotret kehidupan Eropa di tengah wabah corona lewat lensa Google
ILUSTRASI. Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di luar Castel Sant'Angelo, ketika Italia memperketat langkah-langkah untuk mengekang penyebaran virus corona baru, di Roma, Italia, 23 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Jumlah yang pergi ke pusat grosir dan apotek cuma turun 10%. Sedang perjalanan ke taman justru melonjak 43%, ketika orang-orang pergi untuk menikmati musim semi di negara Skandinavia itu. Pergi jalan-jalan atau jogging juga tinggi di Denmark, Estonia, dan Finlandia.

Lalu, jumlah orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di daerah perumahan hanya naik 5% di Swedia. Sedangkan di Italia dan Spanyol, angkanya meningkat masing-masing 24% dan 22% karena orang terkurung di rumah mereka.

Prancis, yang memiliki jumlah kematian akibat virus corona ketiga terbesar di Eropa, juga telah mengambil langkah-langkah pembatasan sosial. Tapi, dampaknya tidak separah di Italia dan Spanyol, dengan pengecualian pergerakan melalui hub transit umum.

Baca Juga: Kasus infeksi virus corona sudah tembus 1 juta kasus di dunia

Di Inggris, yang bergerak relatif terlambat untuk membatasi kontak orang ke orang, dampaknya tidak separah di Eropa Selatan. Kunjungan ritel dan rekreasi anjlok 85%, angkutan umum merosot 75%, dan waktu yang dihabiskan di tempat kerja melorot 55%.

Jerman, yang memiliki kasus tertinggi ketiga di Eropa tapi jumlah kematian relatif rendah berkat pengujian awal yang luas untuk Covid-19, mengambil pembatasan yang kurang radikal, dengan jumlah orang yang mengunjungi tempat kerja turun sebesar 39%.




TERBARU

[X]
×