Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Para pembuat kebijakan di Federal Reserve diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan pada pertemuan 17–18 Maret mendatang, sama seperti keputusan yang diambil pada Januari lalu.
Saat ini, suku bunga kebijakan bank sentral Amerika Serikat berada pada kisaran 3,50%–3,75%.
Para pejabat The Fed memiliki pandangan yang berbeda terkait arah kebijakan moneter ke depan. Dalam istilah kebijakan moneter, mereka sering dikelompokkan menjadi “dove” dan “hawk”.
Kelompok dove cenderung lebih khawatir terhadap risiko pelemahan pasar tenaga kerja dan biasanya lebih terbuka terhadap pemangkasan suku bunga lebih cepat.
Sebaliknya, kelompok hawk lebih fokus pada ancaman inflasi dan cenderung berhati-hati terhadap penurunan suku bunga.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Tewas: Perang Meluas, Apa Skenario Berikutnya?
Pejabat The Fed yang cenderung dovish
Mengutip Reuters, Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan risiko penurunan inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja masih perlu diperhatikan.
Menurutnya, meski kondisi ekonomi saat ini relatif stabil, potensi risiko tersebut masih tetap ada.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menilai kebijakan moneter saat ini sudah berada di posisi yang tepat.
Ia mengatakan inflasi memang masih menjadi perhatian, namun kebijakan yang ada dinilai sudah cukup untuk menghadapinya.
Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia, Patrick Harker, juga menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menunggu dan melihat perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah lanjutan.
Kelompok yang lebih berhati-hati
Beberapa pejabat lain mengambil sikap yang lebih berhati-hati.
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan dalam mengendalikan inflasi.
Ia menilai kebijakan moneter perlu tetap fokus menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kondisi ketenagakerjaan tetap kuat.
Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, menilai suku bunga kemungkinan masih perlu dipertahankan pada level saat ini untuk beberapa waktu.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Asia–Eropa Meroket Tinggi Usai Penutupan Bandara di Timur Tengah
Sementara Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan pemangkasan suku bunga pada 2026 masih mungkin terjadi, tetapi sebaiknya tidak dilakukan terlalu cepat sebelum ada bukti jelas inflasi menuju target.













