Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
NEW YORK. The Federal Reserve akan segera memulai rapat rutinan dua harinya pada Selasa (28/4) besok. Baru pada hari Rabu (29/4), bank sentral AS akan segera mengumumkan kebijakan teranyanya.
Pada pernyataan mengenai kebijakan Maret lalu, the Fed secara eksplisit mengesampingkan kemungkinan untuk menaikkan suku bunga acuan pada April. Sehingga, tidak banyak yang diharapkan pada pengumuman Rabu mendatang, apalagi Pimpinan the Fed Janet Yellen tidak dijadwalkan memberikan pernyataan kepada pers setelah keputusan dirilis.
Namun, pernyataan akan kebijakan tersebut akan memberikan pandangan terkini mengenai bagaimana the Fed melihat situasi ekonomi terkini di AS. Apalagi setelah data ekonomi di kuartal I cukup mengecewakan.
Analis dari Bank of America Merrill Lynch Michael Hanson memprediksi, outlook the Fed tak akan banyak berubah kali ini. Dalam catatan yang dikirimkan kepada kliennya, Hanson menulis:
"Setelah pertemuan FOMC pada Maret, the Fed tidak mengubah kebijakan apapun untuk April. Kami tidak mengharapkan diterapkannya kenaikan suku bunga di Juni pada pertemuan April ini. Kami memprediksi deskripsi yang lebih muram untuk aktifitas ekonomi terbaru. Adanya pergeseran pandangan dovish dalam jangka pendek harus diterjemahkan ke dalam bentuk rendahnya peluang untuk kenaikan suku bunga pada Juni mendatang. Tetapi, para pelaku pasar yang mencari sinyal eksplisit bahwa the Fed tak akan menaikkan suku bunga pada Juni juga mungkin akan kecewa: FOMC akan ingin mempertahankan fleksibilitas kebijakan sebanyak mungkin. Pejabat Fed juga harus tetap optimistis untuk mencapai dua target mereka dari waktu ke waktu," tulis Hanson.
Memang, ini merupakan waktu yang sibuk bagi perekonomian. Misalnya saja, pada Rabu besok, AS juga akan merilis data mengenai PDB kuartal I dan pada Kamis mendatang akan dirilis indeks biaya tenaga kerja.













