kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Mengapa Donald Trump memprovokasi Iran untuk menyerang pasukan AS?


Rabu, 08 Januari 2020 / 10:58 WIB
Mengapa Donald Trump memprovokasi Iran untuk menyerang pasukan AS?
ILUSTRASI. Pasukan terjun payung AS yang ditugaskan ke Tim Tempur Brigade 1, Divisi Lintas Udara ke-82 bersiap untuk naik pesawat yang menuju wilayah operasi Komando Pusat AS dari Fort Bragg, North Carolina 5 Januari 2020. Foto diambil 5 Januari 2020.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ada banyak pertanyaan tentang keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membunuh salah satu tokoh paling kuat dan penting di Timur Tengah, yakni Jenderal Qassem Soleimani.

Mengutip, Abc.net.au, Rabu (8/1), apakah Trump tahu hal itu akan mengarah pada pembalasan yang dapat dilihat hari ini, dimana Iran mengirim selusin rudal balistik ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak?

Baca Juga: Iran bersumpah akan serang Israel dan Uni Emirat Arab bila AS membalas serangan

Apakah Trump berpikir tentang bagaimana hal itu akan memengaruhi aliansinya di seluruh dunia?

Mungkin yang paling utama adalah mengapa sekarang? Apa yang istimewa tentang peristiwa baru-baru ini, ketika ketegangan AS-Iran telah meningkat selama berbulan-bulan?

Jenderal Iran selama ini tidak bersembunyi seperti para pemimpin teroris Abu Bakar al-Baghdadi atau Osama Bin Laden. Mereka dapat bergerak dengan bebas dan cukup terbuka di seluruh Timur Tengah dan memposting secara cukup rutin di media sosial.

Baca Juga: Otoritas penerbangan larang maskapai terbang di wilayah Irak, Iran, Teluk Oman

Mantan presiden AS George W Bush dan Barack Obama dihadapkan dengan opsi yang sama untuk menyerang Jenderal Iran waktu mereka berkuasa, tetapi keduanya memutuskan itu tidak sepadan dengan risiko atau dampaknya.

Tanpa merinci, Trump mengatakan dia bertindak karena Jenderal Soleimani sedang merencanakan serangan besar dan serangan yang sangat buruk.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×