kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mengapa orang-orang terkaya Hong Kong turun gelanggang minta demo diakhiri?


Selasa, 20 Agustus 2019 / 08:02 WIB
Mengapa orang-orang terkaya Hong Kong turun gelanggang minta demo diakhiri?
ILUSTRASI. Para taipan terkaya Hong Kong menyerukan aksi demo yang sudah berlangsung lebih 10 minggu segera diakhiri.

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Para taipan terkaya Hong Kong menyerukan aksi demo yang sudah berlangsung lebih 10 minggu segera diakhiri. Maklum, gerakan protes yang dipelopori kaum milenial Hong Kong itu mulai mengancam bisnis orang-orang tajir Hong Hong.

Bahkan, harta 10 orang terkaya di Hong Kong telah hangus miliaran dollar sejak protes dimulai pada bulan Juni 2019. Ekonomi Hong Kong juga tumbuh pada laju tahunan paling lambat sejak 2008 di kuartal kedua 2019.

Ini yang membuat para orang superkaya Hong Kong turun tangan menyerukan agar protes diakhiri.

Baca Juga: Harta 10 orang terkaya Hong Kong amblas US$ 15 miliar gara-gara demo berkepanjangan

Orang paling kaya Hong Kong, Li Ka-shing yang kini berusia 91 tahun, menjadi miliarder terbaru yang bergabung menyerukan aksi demo distop.

Li mengeluarkan iklan satu halaman penuh di sebagian besar surat kabar lokal, mendesak penghentian aksi kerusuhan "atas nama cinta".

ABC News melaporkan, ketika gerakan protes berlarut-larut, ada kekhawatiran sektor properti, yang merupakan kunci utama ekonomi lokal, bisa berada dalam bahaya.

Dikendalikan para miliarder kaya raya, Hong Kong adalah rumah bagi real estat paling mahal di dunia, dan saking mahalnya jauh dari jangkauan banyak warga Hong kong.

Rata-rata, sebuah apartemen nano yang kira-kira seukuran tempat parkir mobil, berharga sekitar US$ 1.475 per bulan untuk disewa.

Baca Juga: Beri suaka ke pendemo Hong Kong, China kecam Taiwan

Sebagian besar pengunjuk rasa yang turun ke jalan adalah mahasiswa dan profesional muda. Mereka memiliki sedikit harapan untuk dapat memiliki rumah sendiri, sehingga memukul orang kaya dan berkuasa telah menjadi tujuan gerakan ini.

"Di Hong Kong, taipan properti mengendalikan pasokan tanah," kata analis yang berpusat di Shanghai Andy Xie seperti dikutip ABC News.

Kata dia, China mengandalkan para taipan di Hong Kong untuk memerintah wilayah ini, sehingga Pemerintah China tidak benar-benar bertanggung jawab. "Semua taipan memiliki hubungan langsung ke Beijing," kata Xie.




TERBARU

Close [X]
×