kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Beri suaka ke pendemo Hong Kong, China kecam Taiwan


Senin, 19 Agustus 2019 / 20:38 WIB
Beri suaka ke pendemo Hong Kong, China kecam Taiwan
ILUSTRASI. Unjuk rasa menentang RUU Ekstradisi di Hong Kong

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mengecam Taiwan lantaran menawarkan suaka kepada warga Hong Kong yang terlibat dalam aksi unjuk rasa pro-demokrasi. Negeri tembok raksasa meminta para pemimpin China Taipei, sebutan lain dari Taiwan, untuk "berhenti mencampuri" urusan Hong Kong.

Ma Xiaoguang, Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China, memperingatkan Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan untuk berhenti merusak aturan hukum di Hong Kong. "Berhenti mencampuri urusan Hong Kong, dan berhenti memanjakan para kriminal (pendemo) dengan cara apa pun," tegasnya, Senin (19/8) seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Baca Juga: Aktivis demonstrasi Hong Kong banyak yang terbang dan meminta perlindungan ke Taiwan

Menurut Ma, otoritas Taiwan sudah mengabaikan dan membalikkan fakta. "Tidak hanya menutupi kejahatan sejumlah kecil militan Hong Kong, tetapi juga memicu kesombongan mereka untuk menghancurkan Hong Kong," sebut dia.

Taiwan, Ma mengungkapkan, secara terbuka menyediakan suaka untuk pengunjuk rasa Hong Kong. "Membuat Taiwan menjadi tempat perlindungan bagi para kriminal. Bukankah ini mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Taiwan?" tanyanya.

Baca Juga: Serukan asing bertindak, ribuan orang ikut demo terbaru di Hong Kong malam ini

Bulan lalu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyuarakan dukungan atas aksi unjuk rasa di Hong Kong, dengan memberikan suaka kepada beberapa pendemo yang lari ke negaranya. "Teman-teman dari Hong Kong akan diperlakukan dengan pantas berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan," ujarnya mengutip Central News Agency, kantor berita Taiwan. 

Puluhan pendemo Hong Kong yang menolak Undang-Undang Estradisi pada Juni lalu menyerbu parlemen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemudian, mereka melarikan diri ke Taiwan karena khawatir akan dituntut.

 



Video Pilihan

TERBARU

×