kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Mengenal pesawat patroli P-8A marinir AS yang ditembak laser kapal perang China


Sabtu, 29 Februari 2020 / 07:40 WIB
Mengenal pesawat patroli P-8A marinir AS yang ditembak laser kapal perang China
ILUSTRASI. US Navy’s Boeing P-8A Poseidon

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Insiden antara militer Amerika Serikat (AS) dengan China di perairan internasional kembali terjadi. Kali ini, kapal perang China menembakkan laser ke pesawat patroli pengintai P-8A milik Angkatan Laut AS yang tengah berpatroli.

Tembakan laser kapal perang China tersebut memancing protes keras Angkatan Laut AS karena membahayakan.

Baca Juga: Kapal perang China tembakkan laser ke pesawat pengintai AS, militer AS meradang

Marinir AS memang sering menggunakan pesawat P-8A untuk melakukan patroli di sekitar laut Filipina maupun perairan laut China Selatan.

Kantor Urusan Publik Angkatan Laut AS mengklaim pesawat P-8A secara rutin di Laut Filipina dan telah melakukannya selama bertahun-tahun.

Pesawat P-8A merupakan pesawat patroli buatan Boeing. Di situsnya, Boeing menyebutkan Boeing P-8 benar-benar pesawat patroli maritim multi-misi, unggul dalam perang anti-kapal selam; perang anti-permukaan; intelijen, pengintaian dan pengintaian dan pencarian serta penyelamatan.

P-8 dapat terbang lebih tinggi hingga 41.000 kaki dan mencapai kecepatan 490 knot.

Pesawat P-8 juga dirancang untuk misi ketinggian rendah dan telah membuktikan kemampuannya mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan.

Merupakan turunan dari Boeing Next-Generation 737-800, pesawat P-8 direkayasa untuk beroperasi selama 25 tahun atau 25.000 jam di penerbangan maritim paling keras, termasuk operasi di lingkungan lapisan es.

Baca Juga: Insiden kapal perang China tembakkan laser ke pesawat AS, begini kronologisnya

Secara global, P-8 memiliki dua varian: P-8I, diterbangkan oleh Angkatan Laut India, dan P-8A Poseidon, diterbangkan oleh Angkatan Laut AS dan Angkatan Udara Australia.

Pesawat patroli ini telah terjual ke setidaknya tujuh negara. Selain AS, India dan Australia, negara lain yang telah membeli pesawat P-8 ini adalah Korea Selatan, Selandia Baru, Norwegia dan Inggris.

Baca Juga: Airbus anggarkan investasi hingga US$ 1,08 miliar untuk proyek A220 di tahun ini

Selandia Baru menandatangani kontrak pembelian empat unit P-8A pada Juli tahun lalu, dan Korea Selatan memesan enam unit P-8A pada November 2019. Kedua negara itu akan mulai menerima pengiriman P-8A pada tahun 2022

Sementara Norwegia memesan lima unit P-8 dan pengiriman awal pada 2021. Sedangkan Australia telah mengoperasikan P-8A selama dua tahun, setelah menerima pengiriman pesawat pertama mereka pada tahun 2016.

Baca Juga: Viral foto diduga pesawat baru kepresidenan, begini penjelasan Istana



TERBARU

[X]
×