kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Mengerikan! Pembom H-6N Angkatan Udara China bawa rudal hipersonik


Rabu, 21 Oktober 2020 / 13:03 WIB
ILUSTRASI. Pembom H-6 Angkatan Udara China terbang dekat jet tempur F-16 Taiwan pada foto bertanggal 10 Februari 2020 ini.


Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut para ahli militer, perbedaan utama antara rudal balistik tradisional dan rudal hipersonik hanyalah pada hulu ledaknya. Hulu ledak rudal hipersonik menggunakan sistem boost-glide.

Dibandingkan dengan pendahulunya H-6K, pembom H-6N dapat membawa lebih banyak bahan bakar dan bisa melakukan pengisian bahan bakar di udara, yang bisa memperluas radius serta jangkauan operasionalnya.

"Mengubahnya dari pembom jarak menengah hingga jarak jauh menjadi pembom strategis jarak jauh," kata Fu Qianshao, ahli penerbangan militer China, kepada Global Times.

Fu mengatakan, ketika dilengkapi dengan rudal balistik jarak jauh yang diluncurkan dari udara, H-6N bisa memperoleh jangkauan serangan yang lebih besar dan kemampuan penetrasi dibandingkan dengan rudal jelajah tradisional yang terbang dengan kecepatan subsonik. 

"Serangan semacam ini tidak dapat dicegat," ujar Fu.

Kombinasi pembom H-6N dan rudal balistik dapat mencakup seluruh wilayah Indo-Pasifik, Fu menambahkan. Pangkalan militer AS di Guam dan Pulau Wake akan berada dalam jangkauan, menurut thedrive.com.

Selanjutnya: Tsirkon, rudal hipersonik Rusia yang sukses terbang 8 kali kecepatan suara




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×