kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Mengerikan! Pembom H-6N Angkatan Udara China bawa rudal hipersonik


Rabu, 21 Oktober 2020 / 13:03 WIB
Mengerikan! Pembom H-6N Angkatan Udara China bawa rudal hipersonik
ILUSTRASI. Pembom H-6 Angkatan Udara China terbang dekat jet tempur F-16 Taiwan pada foto bertanggal 10 Februari 2020 ini.


Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut para ahli militer, perbedaan utama antara rudal balistik tradisional dan rudal hipersonik hanyalah pada hulu ledaknya. Hulu ledak rudal hipersonik menggunakan sistem boost-glide.

Dibandingkan dengan pendahulunya H-6K, pembom H-6N dapat membawa lebih banyak bahan bakar dan bisa melakukan pengisian bahan bakar di udara, yang bisa memperluas radius serta jangkauan operasionalnya.

"Mengubahnya dari pembom jarak menengah hingga jarak jauh menjadi pembom strategis jarak jauh," kata Fu Qianshao, ahli penerbangan militer China, kepada Global Times.

Fu mengatakan, ketika dilengkapi dengan rudal balistik jarak jauh yang diluncurkan dari udara, H-6N bisa memperoleh jangkauan serangan yang lebih besar dan kemampuan penetrasi dibandingkan dengan rudal jelajah tradisional yang terbang dengan kecepatan subsonik. 

"Serangan semacam ini tidak dapat dicegat," ujar Fu.

Kombinasi pembom H-6N dan rudal balistik dapat mencakup seluruh wilayah Indo-Pasifik, Fu menambahkan. Pangkalan militer AS di Guam dan Pulau Wake akan berada dalam jangkauan, menurut thedrive.com.

Selanjutnya: Tsirkon, rudal hipersonik Rusia yang sukses terbang 8 kali kecepatan suara


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×