kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.828   0,00   0,00%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Tolak bekerja di Samsung, milih wujudkan mimpi (2)


Rabu, 23 November 2016 / 14:35 WIB
Tolak bekerja di Samsung, milih wujudkan mimpi (2)


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

Pada semester terakhir, sekitar tahun 1997-1998. Korea Selatan ditimpa krisis keuangan. Krisis menimpa seluruh Asia. Akibatnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) banyak terjadi di beberapa perusahaan.

Samsung termasuk salah satu perusahaan yang melakukan pemangkasan jumlah karyawan. Perusahaan perangkat lunak milik Samsung pun hanya merekrut sedikit karyawan dari kalangan pelajar. Nah, Kwon menjadi salah satu orang yang berhasil ikut dalam program Samsung. Hanya saja, pria ini memilih menolak penawaran dari Samsung untuk menjadi karyawannya.  

Keputusan Kwon untuk tidak kembali menjadi karyawan Samsung adalah agar bisa segera mewujudkan mimpinya. Dia sangat ingin membuat video gim yang bisa digarap sendiri. Tapi Kwon juga sempat bimbang dalam mengambil keputusan ini. "Apakah saya akan menyesali hal ini dalam lima tahun dari sekarang," ujar Kwon seperti dilansir Forbes pada November 2015.

Pada akhirnya, Kwon tetap setia pada mimpinya menggarap gim kesukaan. Keputusannya meninggalkan Samsung terbukti membuat Kwon sukses pada bisnis yang dirintis. Kesuksesan Kwon memproduksi gim memang tidak diragukan. Tapi Kwon mengaku sempat terjerumus lantaran belum memiliki naluri berbisnis yang cukup lihai. Kwon mudah terbawa arus dan tidak konsisten.

Misalnya, ketika ada desas-desus bahwa pasar pendidikan sangat menguntungkan. Ia dengan dua rekannya latah membuat software pendidikan dengan nama 4Csof. Sayangnya, kala itu pasar digital masih belum bergairah seperti sekarang. Akhirnya, mereka harus berjuang dengan pendapatan tipis. Dia memecat beberapa karyawan. "Sebagai programer, saya menyadari betapa kurangnya pengetahuan saya dari segi bisnis," tutur Kwon.                      

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×