Menyamar Sebagai Pemagang, Mata-Mata Rusia Menyusup ke Kantor ICC di Den Haag

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:17 WIB Sumber: Reuters
Menyamar Sebagai Pemagang, Mata-Mata Rusia Menyusup ke Kantor ICC di Den Haag

ILUSTRASI. Gedung Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terlihat di Den Haag, Belanda, 16 Januari 2019.


KONTAN.CO.ID - DEN HAAG. Badan intelijen Belanda pada hari Kamis (16/6) melaporkan telah menemukan seorang mata-mata Rusia yang berusaha menyusup ke kantor Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. Mata-mata tersebut diketahui menggunakan identitas palsu dan masuk sebagai pegawai magang.

Dilansir dari Reuters, Dinas Intelijen dan Keamanan Umum Belanda (AIVD) mengumumkan mata-mata tersebut bernama Sergey Vladimirovich Cherkasov. Ia memasuki Belanda sebagai warga negara Brasil untuk magang di ICC yang berbasis di Den Haag pada bulan April.

Kepala badan intelijen Belanda Erik Akerboom, mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari operasi multi-tahun dinas intelijen militer Rusia (GRU) yang menghabiskan banyak waktu, tenaga dan uang.

Baca Juga: Amnesty Internasional Temukan Bukti Kejahatan Perang Rusia di Kota Kharkiv, Ukraina

Mata-mata dengan nama samaran Viktor Muller Ferreira itu akhirnya dijemput di bandara Belanda dan dinyatakan sebagai orang asing yang tidak diinginkan dan ditempatkan pada penerbangan berikutnya kembali ke Brasil.

Polisi federal Brasil mengatakan Cherkasov ditahan dan diadili karena penggunaan dokumen palsu.

ICC saat ini sedang memeriksa tuduhan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida yang dilakukan Rusia di Ukraina.

Belanda rupanya telah mengusir lebih dari 20 orang Rusia yang dituduh menjadi mata-mata dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Pejabat Militer Inggris Sebut Rusia Telah Kalah Secara Strategis dalam Perang Ukraina

"Ini dengan jelas menunjukkan kepada kita apa yang sedang dilakukan Rusia, mencoba untuk mendapatkan akses ilegal ke informasi di dalam ICC. Kami mengklasifikasikan ini sebagai ancaman tingkat tinggi," kata Akerboom.

Beberapa mata-mata yang sebelumnya telah ditangkap termasuk empat orang yang dituduh meretas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada 2018, dua orang yang dituduh memata-matai perusahaan sektor teknologi tinggi pada 2020.

Sejak invasi Rusia dimulai Februari lalu, 17 orang lainnya telah menjadi tersangka operasi dan terakreditasi sebagai diplomat.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru