kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Menyerah pada corona, Warren Buffet lepas saham maskapai penerbangan


Sabtu, 04 April 2020 / 05:40 WIB
Menyerah pada corona, Warren Buffet lepas saham maskapai penerbangan
ILUSTRASI. Warren Buffett.

Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - New York. Perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc, mengumumkan penjualan sekitar 18% saham di Delta Air Lines Inc dan 4% saham di Southwest Airlines Co minggu ini.

Penjualan itu dipicu oleh pandemi virus corona yang telah mendorong industri penerbangan ke krisis terbesar yang pernah ada.

Reuters melaporkan, Berkshire menjual hampir 13 juta saham Delta dengan nilai sekitar US$ 314 juta dan sekitar 2,3 juta saham Southwest senilai US$ 74 juta.

Penjualan itu berlangsung pada Rabu dan Kamis lalu.

Baca Juga: Kekayaan Bos Amazon Jeff Bezos malah bertambah di tengah wabah covid-19

Berkshire sebelumnya memiliki sekitar 11,1% saham Delta dan 10,4% saham Southwest, menurut data Refinitiv. Tidak ada alasan resmi penjualan tersebut.

Berkshire juga tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Konglomerat yang berbasis di Omaha, Nebraska, ini adalah salah satu pemegang saham terbesar dari empat maskapai penerbangan AS: Delta, Southwest, American Airlines Group Inc, dan United Airlines Holdings Inc.

Buffett mengatakan tiga dari saham maskapai diawasi olehnya, sementara salah satu manajer portofolionya, Todd Combs dan Ted Weschler, mengawasi yang keempat.

Baca Juga: Punya uang tunai Rp 2.000 triliun, Warren Buffet bisa beli hampir semua perusahaan

Penjualan Berkshire terungkap setelah maskapai besar AS mengajukan hibah pembayaran upah dari Departemen Keuangan AS untuk membantu menjaga pekerja tetap bekerja.

Pandemi telah mendera industri ini karena penumpang tinggal di rumah dan operator di seluruh dunia memangkas jadwal dan pesawat darat mereka. Delta memproyeksikan pada hari Jumat bahwa pendapatan kuartal kedua akan jatuh 90%.



TERBARU

[X]
×