kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Mesir Cabut Izin Operasional 16 Perusahaan Pariwisata Perkara Ibadah Haji


Minggu, 23 Juni 2024 / 23:19 WIB
ILUSTRASI. Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (20/6/2024). Jamaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - KAIRO. Mesir mencabut izin operasional 16 perusahaan pariwisata, dan akan menuntut mereka karena kematian jemaah haji Mesir di Makkah. Sumber-sumber medis dan keamanan mengatakan, 530 warga Mesir tewas selama ibadah haji ke Makkah.

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly merinci, 31 kematian akibat penyakit kronis dan mereka adalah jemaah terdaftar. Namun korban meninggal lainnya, disebut terjadi karena fasilitas perusahaan pariwisata tidak mencakup layanan medis. Perusahaan itu juga disalahkan karena mengirim jemaah ke Arab Saudi dengan visa kunjungan pribadi, bukan visa haji.

Baca Juga: Jamaah Haji Boleh Menyampaikan Pemberitahuan Pabean Secara Lisan, Ini Ketentuannya

Akibatnya, layanan medis dari pemerintah Arab Saudi, tidak dapat diberikan kepada jemaah haji Mesir yang bepergian dengan menggunakan visa pribadi. "Para jemaah yang meninggal harus berjalan melalui padang pasir menuju Makkah, untuk menghindari penangkapan atau deportasi di saat suhu mencapai 51 derajat," terang Madbouly dikutip Reuters.

Pihak berwenang Mesir juga mengatakan bahwa agen-agen perjalanan tersebut tidak menyediakan akomodasi yang layak kepada para jamaah dan menambahkan kelelahan para jamaah karena suhu yang tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, ratusan orang dari berbagai negara tewas dalam kondisi yang buruk saat menunaikan ibadah haji di kota Saudi, dimana suhu terkadang melebihi 51 derajat Celcius (124 Fahrenheit).




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×