kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Meski negosiasi tidak mudah, Trump: China ingin membuat kesepakatan


Selasa, 03 Desember 2019 / 04:00 WIB
Meski negosiasi tidak mudah, Trump: China ingin membuat kesepakatan


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, undang-undang (UU) yang mendukung pemrotes di Hong Kong memang tidak membuat negosiasi perdagangan dengan China menjadi lebih mudah.

Tapi, dia yakin, Beijing masih menginginkan kesepakatan dengan AS. "Orang China selalu bernegosiasi," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih saat bersiap untuk berangkat ke KTT NATO di London, Senin (2/11), seperti dikutip Reuters

"Saya sangat bahagia di mana kita berada sekarang dan terus terang saya bisa ke tempat lain yang bisa saya lakukan sendiri dan bahkan lebih bahagia. Tapi, orang China ingin membuat kesepakatan. Kita akan lihat apa yang terjadi," ujar Trump.

Baca Juga: Balas AS, China tunda permintaan kapal perang Amerika kunjungi Hong Kong

Ditanya bagaimana UU yang mendukung pengunjuk rasa di Hong Kong memengaruhi pembicaraan perdagangan, Trump menyatakan: "Itu tidak membuatnya (pembicaraan perdagangan dengan China) lebih baik, tetapi kita akan lihat apa yang terjadi."

Trump pekan lalu menandatangani undang-undang yang mendukung para pemrotes di Hong Kong dan mengancam China dengan kemungkinan sanksi terhadap hak asasi manusia. Ini memaksa China untuk memperingatkan kemungkinan pembalasan.

Pada Minggu (1/12), situs berita Axios melaporkan, kesepakatan perdagangan AS-China menjadi macet gara-gara Trump menandatangani rancangan undang-undang yang mendukung pemrotes di Hong Kong menjadi undang-undang.

Baca Juga: Axios: Kesepakatan dagang AS-China mandek gara-gara UU HAM Hong Kong

China akhirnya membalas langkah AS tersebut. Kementerian Luar Negeri China, Senin (2/12), mengatakan, Pemerintah Tiongkok menunda peninjauan permintaan kapal-kapal dan pesawat terbang militer AS untuk mengunjungi Hong Kong

Menurut Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying , Pemerintah Cina juga memberikan sanksi kepada organisasi non-pemerintah yang bermarkas di AS, Human Rights Watch, yang mendukung kegiatan ekstremis dan kekerasan di Hong Kong.




TERBARU

[X]
×