kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Mewakili 26 negara, China kritik upaya pelanggaran HAM AS dan negara barat lainnya


Selasa, 06 Oktober 2020 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Di hadapan Majelis Umum PBB, delegasi China menegaskan adanya risiko pelanggaran HAM pada kebijakan ekonomi AS dan negara barat lainnya.


Sumber: Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pernyataan itu juga menyambut baik resolusi Majelis Umum yang baru-baru ini diadopsi tentang tanggapan yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap COVID-19. 

"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerukan pencabutan tindakan koersif sepihak secara lengkap dan segera, demi memastikan tanggapan penuh, efektif, dan efisien dari semua anggota komunitas internasional terhadap Covid-19," lanjut Zhang.

Dalam konteks pandemi Covid-19, pengaruh negatif dari tindakan koersif sepihak telah menarik perhatian banyak negara anggota PBB.

Xinhua mencatat, baik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menyerukan pengabaian sanksi yang merusak kapasitas negara untuk menanggapi Covid-19.

Pada Debat Umum sesi ke-75 Majelis Umum PBB yang baru saja selesai, banyak pemimpin menyerukan pencabutan langkah-langkah koersif sepihak.

Selanjutnya: Diklaim efektif, Finlandia terjunkan pasukan anjing untuk deteksi virus corona




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×