kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Mewakili 26 negara, China kritik upaya pelanggaran HAM AS dan negara barat lainnya


Selasa, 06 Oktober 2020 / 11:29 WIB
Mewakili 26 negara, China kritik upaya pelanggaran HAM AS dan negara barat lainnya
ILUSTRASI. Di hadapan Majelis Umum PBB, delegasi China menegaskan adanya risiko pelanggaran HAM pada kebijakan ekonomi AS dan negara barat lainnya.


Sumber: Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pernyataan itu juga menyambut baik resolusi Majelis Umum yang baru-baru ini diadopsi tentang tanggapan yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap COVID-19. 

"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerukan pencabutan tindakan koersif sepihak secara lengkap dan segera, demi memastikan tanggapan penuh, efektif, dan efisien dari semua anggota komunitas internasional terhadap Covid-19," lanjut Zhang.

Dalam konteks pandemi Covid-19, pengaruh negatif dari tindakan koersif sepihak telah menarik perhatian banyak negara anggota PBB.

Xinhua mencatat, baik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menyerukan pengabaian sanksi yang merusak kapasitas negara untuk menanggapi Covid-19.

Pada Debat Umum sesi ke-75 Majelis Umum PBB yang baru saja selesai, banyak pemimpin menyerukan pencabutan langkah-langkah koersif sepihak.

Selanjutnya: Diklaim efektif, Finlandia terjunkan pasukan anjing untuk deteksi virus corona




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×