kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Mewakili 26 negara, China kritik upaya pelanggaran HAM AS dan negara barat lainnya


Selasa, 06 Oktober 2020 / 11:29 WIB
ILUSTRASI. Di hadapan Majelis Umum PBB, delegasi China menegaskan adanya risiko pelanggaran HAM pada kebijakan ekonomi AS dan negara barat lainnya.


Sumber: Xinhua | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pernyataan itu juga menyambut baik resolusi Majelis Umum yang baru-baru ini diadopsi tentang tanggapan yang komprehensif dan terkoordinasi terhadap COVID-19. 

"Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerukan pencabutan tindakan koersif sepihak secara lengkap dan segera, demi memastikan tanggapan penuh, efektif, dan efisien dari semua anggota komunitas internasional terhadap Covid-19," lanjut Zhang.

Dalam konteks pandemi Covid-19, pengaruh negatif dari tindakan koersif sepihak telah menarik perhatian banyak negara anggota PBB.

Xinhua mencatat, baik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menyerukan pengabaian sanksi yang merusak kapasitas negara untuk menanggapi Covid-19.

Pada Debat Umum sesi ke-75 Majelis Umum PBB yang baru saja selesai, banyak pemimpin menyerukan pencabutan langkah-langkah koersif sepihak.

Selanjutnya: Diklaim efektif, Finlandia terjunkan pasukan anjing untuk deteksi virus corona




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×