kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

MIcrosoft Klaim Berhasil Gagalkan Upaya Peretasan Oleh Mata-Mata Rusia


Jumat, 08 April 2022 / 09:53 WIB
MIcrosoft Klaim Berhasil Gagalkan Upaya Peretasan Oleh Mata-Mata Rusia
ILUSTRASI. Logo Microsoft di kantor pusat Microsoft Corporation di Issy-les-Moulineaux, dekat Paris, Prancis, 18 April 2016.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Microsoft Corp. pada hari Kamis (7/4) mengatakan telah berhasil menggagalkan upaya peretasan yang dilakukan mata-mata Rusia. Perusahaan teknologi ini menyebut pihak Rusia berusaha membobol target di Ukraina, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

Melalui postingan di blog resminya, Microsoft mengatakan aksi peretasan ini dilakukan oleh kelompok bernama "Strontium". Dalam aksinya, kelompok tersebut menggunakan tujuh domain internet.

Lebih lanjut, Microsoft menjelaskan bahwa Strontium berupaya untuk memata-matai badan-badan pemerintah dan think tank di Uni Eropa dan Amerika Serikat, serta lembaga-lembaga Ukraina seperti organisasi media.

Baca Juga: Google Melacak Kehadiran Hacker Rusia di Jaringan Digital NATO

Untuk saat ini Microsoft tidak bisa menyebutkan nama-nama badan yang menjadi target para peretas. Pihak Kedutaan Besar Rusia di Washington pun tidak segera memberikan komentar terkait temuan Microsoft ini.

Dilansir dari Reuters, Strontium adalah julukan yang diberikan Microsoft kepada grup yang sering disebut Fancy Bear atau APT28. Kelompok ini merupakan regu peretas yang terkait dengan badan intelijen militer Rusia.

Temuan ini muncul beberapa hari setelah AS mengumumkan bahwa mereka telah secara diam-diam membasmi malware dari jaringan internet dunia dalam beberapa pekan terakhir. Malware yang menjadi target adalah buatan Rusia.

Baca Juga: AS Mengaku Telah Menghapus Malware dari Internet Dunia untuk Mencegah Serangan Rusia

Dilansir dari New York Times, malware yang menjadi sasaran memungkinkan Rusia untuk melakukan "botnet", sebuah jaringan komputer pribadi yang dikendalikan oleh GRU, badan intelijen militer Rusia.

AS melalui Jaksa Agung Merrick Garland pada hari Rabu (6/4) mengatakan, malware tersebut dapat digunakan untuk segala hal mulai dari pengawasan hingga serangan yang merusak.

Sampai saat ini para pejabat terkait di AS masih meyakini bahwa serangan siber Rusia telah secara khusus diarahkan ke Ukraina. Salah satu malware yang disiapkan bahkan disebut mampu melumpuhkan kantor pemerintah Ukraina dan menyerang sistem satelit Eropa yang disebut Viasat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×