CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Miliarder asal Korea Selatan yang sukses membangun unicorn (1)


Kamis, 11 Juli 2019 / 10:00 WIB
Miliarder asal Korea Selatan yang sukses membangun unicorn (1)


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tri Adi

Lee Sang-Hyuk sukses membangun bisnis dengan bendera Yello Mobile. Forbes mencatat kekayaannya sekitar US$ 1,1 miliar per Juni 2019. Lee tercatat di peringkat nomor 40 orang terkaya di Negeri Ginseng itu. Bukan cuma pendapatan, Lee juga berhasil membesarkan perusahaannya hingga menyandang status sebagai unicorn. Start up Lee ini memiliki valuasi US$ 4 miliar di tahun ini. Perusahaannya juga sering menyuntikkan dana ke banyak perusahaan lain.

Banyak orang yang berlomba-lomba membuat perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up. Namun tak semuanya bisa berjalan mulus. Ada yang putus di tengah jalan atau ada juga yang bisnisnya biasa-biasa saja.

Namun ada pria di Korea Selatan yang berhasil membuat perusahaan rintisan dan tercatat menjadi miliarder. Dialah Lee Sang-Hyuk dari Korea Selatan.

Pria berumur 48 tahun itu tajir dari hasil membangun start up Yello Mobile. Lee berhasil memanfaatkan era semua orang terhubung dengan internet, sementara ponsel pintar bukan lagi barang mewah alias menjadi kebutuhan dasar yang harus dimiliki pada zaman serba terkoneksi ini.

Hal inilah yang dilihat dan dimanfaatkan oleh Lee untuk membesarkan Yello Mobile. Dengan kepiawaiannya, perusahaan ini secara cepat naik status menjadi unicorn terbesar di Korea Selatan.

Majalah Forbes mencatat kekayaan bersih Lee mencapai US$ 1,1 miliar per Juni 2019. Semua kekayaan ini ia himpun dari Yello Mobile. Kini, Lee masuk jajaran orang tajir di Korea Selatan dan berada di peringkat 40 orang paling kaya di Negeri Ginseng.

Sebagai catatan, unicorn adalah start up teknologi yang memiliki valuasi melebihi US$ 1 miliar. Forbes mencatat valuasi Yello Mobile mencapai US$ 4 miliar pada tahun ini. Di unicorn ini, Lee memiliki sekitar 26% saham perusahaan tersebut.

Yello Mobile awalnya merupakan start up bidang pemasaran. Lee lantas mengubah model bisnis perusahaan rintisannya menjadi inkubator bagi start up lainnya. Visi dari perusahaan ini adalah berinvestasi dan mempercepat berbagai start up baru.

Lee memulai usahanya dengan setoran modal sebesar 50 juta won (KRW) atau setara US$ 44.700. Lewat modal ini, Lee mulai melakukan pertumbuhan eksponensial dengan menyuntikkan dana segar kepada start up lainnya. Setelah beberapa kali mengambil alih start up lainnya dengan metode akuisisi stock-swap, Yello Mobile menjadi perusahaan raksasa.

Pada kuartal I-2016, Lee mampu mengembangkan sayap usahanya hingga memiliki 94 perusahaan di bawah naungan Yello Mobile. Tak hanya itu, perusahaannya juga mampu membukukan pendapatan yang cukup melesat. Pada awal berdiri tahun 2012 Yello Mobile mencatat pendapatan 68 juta won, tahun 2017 nilai pendapatannya tumbuh menjadi KRW 527 miliar.

Yello Mobile sendiri lebih memilih menyuntik dana dan mempercepat pertumbuhan di lima vertical start up. Mulai dari e-commerce, travel, media, iklan, dan offline to online start up.

Beberapa portofolio yang dimiliki oleh Yello Mobile adalah Pikicast, aplikasi media kurator konten, sampai dengan perusahaan fintech JTNet.

Selain itu, Lee juga mengembangkan perusahaan yang masih berafiliasi dengan Yello Mobile yakni Yello Financial Group dan Yello Digital Marketing. Hingga saat ini, berbagai investor ternama sudah menanamkan uangnya untuk memacu pertumbuhan bisnis Yello Mobile.

Perusahaan ini telah memperoleh pendanaan sebesar US$ 250 juta dalam beberapa putaran pendanaan. Pendanaan ini mendapat dukungan dari perusahaan modal ventura Formation 8 dan perusahaan jasa keuangan Jepang SBI Holdings. Pendanaan inilah yang mengantarkan Yello Mobilse sebagai unicorn terbesar kedua di Korea Selatan.

Kini, Lee memiliki 3.000 karyawan di bawah payung Yello Mobile. Perusahaannya memiliki saldo kas kuartalan sebesar US$ 25 juta hingga US$ 30 juta. Lee juga mengklaim perusahaan telah meraup keuntungan dalam tiga kuartal berturut-turut.

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×